<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan    R O M O P O N G</title>
	<atom:link href="http://iponghp.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iponghp.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 02:43:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='iponghp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a4297fa1897ecf716632046e997afe61?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan    R O M O P O N G</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Hidup adalah anugerah</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/15/hidup-adalah-anugerah/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/15/hidup-adalah-anugerah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, sewaktu masih menikmati masa liburan lebaran, saya berkesempatan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota metropolitan. Cuaca cukup panas. Kondisi jalan menuju pertokoan itu sudah ramai kembali. Dipenuhi dengan lalu lalang kendaraan bermotor tiada hentinya. Kehidupan mulai kembali seperti semula, setelah terasa lengang di lebaran, begitulah kiranya.
Setelah melewati gerbang masuk, menuju tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=558&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Siang itu, sewaktu masih menikmati masa liburan lebaran, saya berkesempatan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota metropolitan. Cuaca cukup panas. Kondisi jalan menuju pertokoan itu sudah ramai kembali. Dipenuhi dengan lalu lalang kendaraan bermotor tiada hentinya. Kehidupan mulai kembali seperti semula, setelah terasa lengang di lebaran, begitulah kiranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melewati gerbang masuk, menuju tempat parkir di dalam gedung, terlihatlah kumpulan manusia di jalan di samping gedung pertokoan ini. Cukup banyak sehingga memenuhi jalan masuk ke tempat parkir. Rasa penasaran timbul, ada apa gerangan. Terlihat orang-orang itu mengarahkan pandangannya ke atas gedung. Ada yang menunjuk-nunjuk tangannya ke atas kepada orang di sampingnya. Seketika pandangan saya arahkan ke atas. Lha kok tidak ada apa-apa ya, hanya terlihat langit Jakarta yang sudah redup warna birunya. Karena masih penasaran, maka sayapun turun dari mobil.</p>
<p style="text-align:justify;">Berjalan mendekati kerumunan orang tersebut, terlihatlah banyak orang merentangkan semacam terpal di salah satu sudut bangunan. Mereka memegang terpal tersebut erat-erat dan membentuknya sehingga menjadi semacam bantalan atau penampung. Agaknya mereka mengantisipasi adanya barang jatuh dari atas. Weh ini serius. Pasti ada sesuatu yang ada di atas sana, yang sangat berharga, sehingga orang-orang ini rela menjaga supaya tidak jatuh berantakan di jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata memang benar. Akhirnya saya bisa melihat sesosok tubuh yang sekarang dalam keadaan berdiri di pinggir dinding atas gedung itu. Dia membelakangi kita semua. Agaknya ada seorang petugas yang sedang mencoba membujuk sosok tubuh itu untuk mengurungkan niatnya terjun dari lantai atas. Sejenak kemudian, dia duduk tetapi tetap di pinggir dinding. Dari bawah kelihatan kalau dia masih muda dan seorang perempuan lagi. Ya Allah, bagaimana bisa senekat itu. <span id="more-558"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kerumunan orang di bawah kembali bergemuruh. Agaknya gadis itu kembali berdiri dan bertindak seolah-olah akan meloncat ke bawah. Orang-orang banyak yang teriak “Jangan, jangan”, tetapi ada pula orang yang berteriak “ Ayo loncat saja, kelamaan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang berteriak “jangan” mengharapkan agar si gadis menarik keinginannya untuk bunuh diri dan segera turun. Sedang yang berteriak “loncat” mungkin ingin segera keramaian ini bisa berakhir. Toh, orang-orang sudah menjaganya di bawah, sehingga nyawa gadis itu bisa terselamatkan. Namun apapun pandangan orang, ini merupakan tindakan yang nekat. Selain di TV, baru kali ini saya melihat secara langsung seorang melakukan percobaan bunuh diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Agaknya saya termasuk orang yang tidak tahan melihat percobaan nekat ini. Tidak bisa membayangkan, walaupun sudah diantisipasi dengan terpal di bawah, kondisi apa yang akan didapat oleh si gadis itu bila melompat dari ketinggian. Sayapun masuk ke pertokoan dan meninggalkan kerumunan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam gedung, sayup-sayup terdengar suara lagu yang sedang top, dari the massive. Judulnya “jangan menyerah”. Entah ini disengaja atau tidak dengan kejadian di luar tadi, tapi syair lagu itu sebenarnya sangat pas dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh gadis tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup itu memang pilihan. Kita menyerah dengan keadaan atau kita tidak menyerah dengan keadaan, selalu berusaha untuk memperbaiki keadaan. Gadis yang mencoba bunuh diri tadi tentunya mempunyai permasalahan yang hanya dia yang tahu besarnya seberapa. Mungkin bagi orang lain, permasalahan yang dihadapi gadis itu kecil. Kita juga tidak bisa serta merta menyalahkan gadis itu, kenapa mengambil tindakan senekat itu. Kemampuan orang dalam menghadapi permasalahan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia tidak ada yang sempurna, karena itu jangan disesali yang telah terjadi. Cobaan yang berat pasti pernah kita dapatkan. Namun kita harus selalu mensyukuri hidup ini. Kita harus tetap menjalani hidup ini, melakukan hal yang terbaik. Begitu kata the massive.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, gadis tadi sadar akan berharganya hidup di dunia ini. Sadar bahwa hidup adalah anugerah dari Yang Kuasa. Dia tidak jadi meneruskan perbuatan nekatnya itu. Jangan menyerah, karena bila kita sabar dan melakukan yang terbaik dengan tulus, maka Allah pasti akan menunjukkan kebesaran dan kuasanya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=558&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/15/hidup-adalah-anugerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan nenek tua itupun tertawa lepas&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/14/dan-nenek-tua-itupun-tertawa-lepas/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/14/dan-nenek-tua-itupun-tertawa-lepas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 02:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/2009/10/14/dan-nenek-tua-itupun-tertawa-lepas/</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini nyata, seperti yang saya alami sendiri. Cocok juga dimasukkan ke rubrik khusus-nya KR Jogja, yaitu “sungguh-sungguh terjadi.”
Malam itu, sepulang dari rumah ortu yang terletak di arah barat kota Jogja, kami sekeluarga tidak bisa menahan ketawa ketika mobil kami dihentikan oleh lampu lalulintas di perempatan jalan besar itu. Saat itu lalulintas cukup padat, banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=557&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Cerita ini nyata, seperti yang saya alami sendiri. Cocok juga dimasukkan ke rubrik khusus-nya KR Jogja, yaitu “sungguh-sungguh terjadi.”</p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu, sepulang dari rumah ortu yang terletak di arah barat kota Jogja, kami sekeluarga tidak bisa menahan ketawa ketika mobil kami dihentikan oleh lampu lalulintas di perempatan jalan besar itu. Saat itu lalulintas cukup padat, banyak motor di sekitar mobil kami. Maklum, malam juga belum larut dan suasana libur lebaran masih sangat kentara. Lalu kenapa kami berlima bisa tertawa terbahak-bahak?</p>
<p style="text-align:justify;">Awal mulanya, lepas dari gang masuk rumah ortu, istri saya bilang kalau tadi lihat sesuatu yang menyerupai gadis kecil, sedang berdiri di pojok rumah ortu saya. Sesuatu itu kelihatannya ikut “mengantarkan” kita yang kala itu berpamitan ke ortu, karena esok harinya sudah harus balik ke kota asal. “Makanya tadi adik (yang bontot) sempat senyum sendirian kan sewaktu kita lewat,” begitu penjelasan istri. Mendengar cerita ini, anak nomer 1 dan 2 sudah saling berebut untuk bertanya lebih detil. Mereka bertanya ke adiknya, bagaimana rupa “si-mbak”nya tadi. Saya tidak tahu, kenapa anak-anak sekarang sangat “ingin tahu” tentang hal ini ya. Apakah ada pengaruh dari acara TV yang lebih banyak menayangkan hal-hal ginian?</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu cerita berlanjut jauh. Diceritakan oleh istri saya, sewaktu malam menjelang lebaran, saat rumah ortu penuh dengan anak dan cucunya, istri dapat melihat “seseorang” yang sudah tua, nenek-nenek, dengan memakai baju kebaya,sedang menyisir rambut panjangnya yang putih. Seseorang ini duduk santai di dekat sebuah lemari yang terletak di halaman belakang, dekat dengan kolam ikan. Saat itu, ibu-ibu dan anak-anak memang sedang bercengkerama di halaman belakang, sedang bapak-bapaknya ngobrol di ruang depan. <span id="more-557"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penglihatan tersebut tidaklah lama, tetapi jelas. Saya bilang, penampakan itu sangat mirip dengan sosok almarhumah eyang putri yang sudah lama meninggal. Anak-anakpun jadi lebih seru dalam membahasnya. Saya juga sempat bercerita tentang kebiasaan almarhumah dulu, seperti menyisir rambut panjangnya, bermain solitaire dengan kartu kesayangannya untuk mengisi waktu, dan lain-lain. Lalu tibalah saya harus menghentikan mobil karena lampu merah menyala.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa saat kemudian, anak kedua, yang duduk di kursi depan, menepuk pundak saya seraya berkata “ Bapak”, dengan nada suara yang tidak jelas. Sayapun menoleh ke arahnya dan seketika darah saya seakan tersedot habis…..Terlihat dengan jelas, sesosok wajah nenek tua di kaca kiri depan. Menatap saya dengan lekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa tarikan nafas yang serasa tidak berirama saat itu ketika saya sedang memastikan apakah yang nampak itu adalah “perwujudan” dari cerita kami sebelumnya ataukah sosok yang nyata. Setelah hati meyakinkan, maka tersenyumlah saya dan malah menjadi tertawa. Mendengar saya tertawa, anak saya yang disamping juga ikut tertawa, kemudian diikuti oleh istri dan kedua anak di belakang. Mungkin melihat yang di dalam mobil tertawa, maka nenek tua itupun tertawa dengan lepas, sampai terguncang badannya, dengan memperlihatkan barisan giginya yang tidak rata dan sudah mulai bolong-bolong. Melihat ini, kamipun tambah meledak tertawanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cukup lama juga kami, yang ada dalam mobil, dan nenek tua, yang di luar, tertawa lepas. Kemudian akhirnya saya sadar bahwa nenek tua itu mengharapkan sesuatu dari kami, seperti yang biasa diminta oleh orang-orang atau anak-anak di traffic light, di seluruh tempat di Indonesia ini. Ya mereka adalah bagian dari orang-orang jalanan, yang mengharapkan rejeki dari belas kasihan orang yang lewat jalan tempat mereka mengadu nasib.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas lampu hijau menyala, pengalaman dengan nenek tua, yang nyata, itu menjadi perbincangan yang hangat. Gelak tawa masih terdengar dengan jelas, terutama dari anak kedua yang duduk di samping saya, yang langsung berhadapan dengan sosok nenek tua itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=557&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/10/14/dan-nenek-tua-itupun-tertawa-lepas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rehat (5)</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/29/rehat-5/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/29/rehat-5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 11:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Artikel kiriman dari teman, yang mungkin sudah luas terpublikasikan. 
“Kerja itu cuma selingan, untuk menunggu waktu shalat &#8230;.”
 
Ketika pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada pak Aziz. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=554&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"><em>Artikel kiriman dari teman, yang mungkin sudah luas terpublikasikan. </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Kerja itu cuma selingan, untuk menunggu waktu shalat &#8230;.”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada pak Aziz. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop pak Azis.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi oleh sebuah masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, segar dan memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an (wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam sekitar lima tahun silam.</p>
<p style="text-align:justify;">“Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua,” cerita pak Azis, “ padahal tidak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun Cuma sebentar saja.”</p>
<p style="text-align:justify;">Batin pak Azis bergolak setelah peristiwa itu. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, pak Azis tetap merasa gelisah, stress dan selalu tidak tenang. “Seperti orang patah hati Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah,” cerita pak Azis lagi. <span id="more-554"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Lama-kelamaan, pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stress. Padahal, sebelum kejadian angin puting beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga karena punya penghasilan yang tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting beliung itu, pak Azis menjadi bangkrut. Beliau bertanya dalam hati, apa sih yang kurang dan apa salahku?</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam. Seperti musafir atau walisongo, pak Azis mendatangi masjid-masjid di malam hari. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini sudah pernah diinapi. Setahun lebih cara tersebut ia jalani, sampai kemudian ia bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan kesehariaan seperti sediakala.</p>
<p style="text-align:justify;">“Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya,” jelas pak Azis.</p>
<p style="text-align:justify;">“Di masjid itu kan tidak sekedar tidur. Kalau ada shalat malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dan tahajjud. Karena terbiasa, tahajjud juga jadi terasa enak. Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang lima itu jadi kurang enaknya, kalau saya lalaikan. Alhamdulillah, sekarang saya menganggap bahwa yang utama itu adalah shalat. Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan saja,” lanjut pak Azis.</p>
<p style="text-align:justify;">“Selingan?”</p>
<p style="text-align:justify;">‘Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban shalat Ndra,” jawab pak Azis.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun sudah pergi ke samping rumah, menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel, sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya: “Kerja itu cuma selingan untuk menunggu waktu shalat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat, Cuma selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. Padahal sholat yang akan membantu kita nantinya. Kadang-kadang waktu sholat dilalaikan karena pekerjaan belum selesai, atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri. Saya lebih semangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia daripada mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat nanti.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=554&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/29/rehat-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yo Ben (lagu Koes Plus)</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/12/yo-ben-lagu-koes-plus/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/12/yo-ben-lagu-koes-plus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 06:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Pancen ora ngertekake
Mlarat kabeh podho ngece
Pancen kabeh ora nggenah
Sugih tansah difitenah.
Ben kabeh podho polah
Meri marang uwong bungah
Ben gawe olah olah
Mengko dewekne sing bubrah.
Ben ngece sak geleme
Yo ben ngece sak karepe
Mitenah sak warege
Golek pangan dewe dewe
Wong urip kok merinan
Ora gelem dho kangelan
Isone mung ra seneng marang liyan.

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=552&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pancen ora ngertekake</p>
<p>Mlarat kabeh podho ngece</p>
<p>Pancen kabeh ora nggenah</p>
<p>Sugih tansah difitenah.</p>
<p>Ben kabeh podho polah</p>
<p>Meri marang uwong bungah</p>
<p>Ben gawe olah olah</p>
<p>Mengko dewekne sing bubrah.</p>
<p style="padding-left:30px;">Ben ngece sak geleme</p>
<p style="padding-left:30px;">Yo ben ngece sak karepe</p>
<p style="padding-left:30px;">Mitenah sak warege</p>
<p style="padding-left:30px;">Golek pangan dewe dewe</p>
<p style="padding-left:30px;">Wong urip kok merinan</p>
<p style="padding-left:30px;">Ora gelem dho kangelan</p>
<p style="padding-left:30px;">Isone mung ra seneng marang liyan.</p>
<p style="padding-left:60px;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=552&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/12/yo-ben-lagu-koes-plus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Managemen</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/09/managemen/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/09/managemen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Dari wikipedia : kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=547&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dari wikipedia : kata <strong>Manajemen</strong> berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (<em>goals</em>) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.</p>
<p style="text-align:justify;">He he saya tidak akan mengulas arti kata managemen tersebut, karena memang bukan lulusan fakultas managemen (walaupun pernah menerima managemen teknik 2 sks semasa kuliah).  Saya menyadur arti kata managemen dari wikipedia di atas didasari pada apa yang saya lihat di sebuah tempat bisnis yang sangat terkenal di kota metropolitan beberapa hari yang lalu. Mungkin hal yang membuat mata dan pikiran saya menjadi tertarik pada suatu pemandangan tersebut tidak akan terjadi apabila saya cukup kuat menahan bau khas barang dagangan yang cukup menyengat di sebuah toko. Bau tersebut, selain menusuk hidung juga bisa membuat mata berlinangan air mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya sedang berdiri di depan pintu masuk toko itu, melihat sekeliling yang penuh dengan lalu lalang mobil mencari tempat parkir, ditambah dengan orang-orang yang berjalan perlahan, serta ditingkahi dengan suara peluit tukang parkir (tidak ada yang menawarkan dagangan makanan, karena bulan puasa), saya tertarik dengan adanya seorang buta yang sedang berhenti di pinggir jalan sesak itu. Dia membawa tongkat penunjuk jalan, kertas plastik serta mencangklong tas yang cukup besar ukurannya di depan dadanya. Cukup menarik perhatian, karena selagi orang dan mobil lalu lalang, dia dengan cueknya berhenti di pinggir jalan. Tangannya dimasukkan ke dalam tas yang dicangklongnya dan kelihatan sedang menyetel atau memutar sesuatu.<span id="more-547"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai mengutak-utik, tangannya dikeluarkan dan terlihatlah kalau dia sedang memegang sebuah microphone di tangan kanannya. Sedang tangan kirinya memegang tongkat dan tas plastik. Ketika dia sudah mulai berjalan kembali, kebetulan menuju arah dimana saya berdiri, sayup-sayup terdengar suara nyanyiannya, mendendangkan sebuah lagu dangdut terkenal dari bang Oma. Suaranya tidak terlalu jelek-jelek amat dan terkesan sangat cuek, tidak malu-malu. Sambil berjalan perlahan dengan dituntun oleh sentuhan tongkat di jalanan aspal, dia bernyanyi dengan penuh penghayatan. Pejalan kaki yang lain terlihat ada yang memasukkan recehan uang ke dalam tas plastik di tangan kirinya. Saya tidak tahu, recehan uang itu untuk menghargai suara &#8220;penyanyi buta&#8221; atau yang lain. Ternyata dari arah yang berlawanan, ada seorang penyanyi buta yang lain juga sedang melakukan aktifitas yang sama. Bernyanyi dangdut sambil berjalan menyisir jalan. Peralatan yang dipakai juga sama, microphone, tongkat, tas plastic dan mencangklong tas di depan dada. Ternyata isi tas adalah alat pemutar lagu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi terpikir, dua penyanyi jalanan tersebut cukup kreatif. Dengan memanfaatkan teknologi elektronik yang ada, mereka menyalurkan bakat nyanyinya atau mungkin lebih tepat lagi adalah mencari nafkah dengan memakai kemampuan suaranya untuk menyanyi sebuah lagu. Memang bagi pendengar, apa yang dihasilkan menjadi berbeda (lebih baik) dibandingkan dengan pengamen yang hanya mengandalkan alat seadanya, seperti “gitar” dari karet, “ecek-ecek” dari tutup botol, atau tepukan tangan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, untuk mendapatkan alat itu, tentunya butuh modal yang cukup besar bagi kedua pengamen tersebut. Apabila memang alat itu kepunyaan mereka, pasti cukup lama mereka menyisihkan penghasilannya untuk membeli barang tersebut. Bila bukan punya mereka, mungkin mereka sewa di sebuah rental yang tentunya harga sewanya juga tidak sedikit. Kemungkinan lain, ada “investor” yang meminjamkan alat tersebut dengan sistim bagi hasil.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya ada manajemen tersendiri dalam “bisnis” yang saya pandang dari kacamata saya ini. Lepas dari siapa yang lebih diuntungkan pada manajemen pengamen buta tersebut, daya juang dan usaha dari teman kita, kedua pengamen, itu patut dijadikan contoh, paling tidak buat saya sendiri. Sebagai cermin sehari-hari bahwasanya hidup ini adalah sebuah perjuangan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=547&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/09/managemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rehat (4)</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/02/rehat-4/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/02/rehat-4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[(Diambil dari sebuah buku karangan Ibnu Arabi).
Sebagian ulama membagi alam menjadi tujuh dan penampakannya dengan ruang (mawathin) yang berjumlah tujuh, yaitu ruang alastu bi rabbikum qalu bala, ruang arham, ruang dunia, ruang barzakh, ruang hasyr, ruang surga atau neraka, ruang kasar, dan ruang seperti dinazamkan dalam bait-bait syair berikut:
Ruang bagi manusia ada tujuh
Ruang alastu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=545&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>(Diambil dari sebuah buku karangan Ibnu Arabi).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian ulama membagi alam menjadi tujuh dan penampakannya dengan ruang (mawathin) yang berjumlah tujuh, yaitu ruang alastu bi rabbikum qalu bala, ruang arham, ruang dunia, ruang barzakh, ruang hasyr, ruang surga atau neraka, ruang kasar, dan ruang seperti dinazamkan dalam bait-bait syair berikut:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ruang bagi manusia ada tujuh</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ruang alastu dan ruang arham</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ruang dunia, barzakh dan hasyr</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Surga atau neraka dan ruang kasar</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Betapa nyamannya hidup di rumah yang nyata</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Setiap kita adalah musafir menuju Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kedatangan kita bagi umat untuk peduli</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pada Allah, sebaik-baiknya penutup perjalanan</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Muhammad bin Al-Hasyimi telah menazamkannya</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Dengan segala kelemahan yang menetap dalam diri</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=545&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/09/02/rehat-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosok hidup</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/30/sosok-hidup/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/30/sosok-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 06:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Seberkas sinar surya,
Menerobos dinding yang tidak rapat,
Mulai menghangatkan udara di dalam,
Menggantikan dinginnya malam yang telah lewat,
Memberikan terang walaupun perlahan,
‘Ntuk memberikan tanda kepada sosok hidup itu,
Bahwa mentari pagi mulai menyeruak.
Ya, sosok hidup itu adalah seorang pak tua,
Yang sedang duduk bersila di atas tikar,
Dengan tangan memegang tasbih,
Di sebuah surau yang tidak terlalu luas,
Hanya cukup untuk sholat berjamaah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=543&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seberkas sinar surya,</p>
<p>Menerobos dinding yang tidak rapat,</p>
<p>Mulai menghangatkan udara di dalam,</p>
<p>Menggantikan dinginnya malam yang telah lewat,</p>
<p>Memberikan terang walaupun perlahan,</p>
<p>‘Ntuk memberikan tanda kepada sosok hidup itu,</p>
<p>Bahwa mentari pagi mulai menyeruak.</p>
<p>Ya, sosok hidup itu adalah seorang pak tua,</p>
<p>Yang sedang duduk bersila di atas tikar,</p>
<p>Dengan tangan memegang tasbih,</p>
<p>Di sebuah surau yang tidak terlalu luas,</p>
<p>Hanya cukup untuk sholat berjamaah beberapa orang,</p>
<p>Yang terletak di sudut desa kecil yang miskin,</p>
<p>Berdinding bambu, beralaskan tanah.</p>
<p>Sejak selepas shubuh tadi,</p>
<p>Sosok hidup itu tenggelam dalam terpekurnya,</p>
<p>Mengucapkan doa kepada Yang Khalik,</p>
<p>Mendekatkan hati kepada Yang Kuasa,</p>
<p>Mencurahkan perhatian hanya kepada Yang Esa.<span id="more-543"></span></p>
<p>Jamaah lain sudah kembali ke gubuknya masing-masing,</p>
<p>Mempersiapkan alat yang dipunyainya,</p>
<p>Untuk mengolah tanah yang ada di desa gersang itu,</p>
<p>Sedangkan pak tua itu makin larut dalam perenungannya,</p>
<p>Ia ingat akan isi ceramah ustad desanya,</p>
<p>Yang memberitahukan akan 5 masa dimana kita harus senantiasa mengingat Allah,</p>
<p>Sebelum 5 masa yang lain datang.</p>
<p>Kembali pak tua mengulanginya dalam hati,</p>
<p>“Masa sehat, sebelum datang masa sakit,</p>
<p>Masa muda, sebelum datang masa tua,</p>
<p>Masa lapang, sebelum datang masa sempit,</p>
<p>Masa kaya, sebelum datang masa miskin,</p>
<p>Masa hidup, sebelum datang masa mati.”</p>
<p>Pak tua menghela nafas dalam-dalam,</p>
<p>Terdengar berat tarikan nafas itu,</p>
<p>Karena mengingat hanya tinggal satu masa yang akan dia alami,</p>
<p>Yang belum menyapa dia meskipun itu pasti akan datang.</p>
<p>“Dulu,</p>
<p>Aku pernah sehat dengan tubuh yang kuat,</p>
<p>Aku pernah muda dengan semangat yang menggelora,</p>
<p>Aku pernah punya kekuasaan yang membuatku bisa berbuat apa saja,</p>
<p>Aku pernah kaya sehingga bisa mendapatkan apa saja.</p>
<p>Sekarang,</p>
<p>Aku telah sakit, untuk jalanpun sudah tidak bisa lama,</p>
<p>Aku telah tua, terukir dari melemahnya jaringan tubuhnya,</p>
<p>Untuk hidup aku menunggu belas kasih dari tetangga.</p>
<p>Namun,</p>
<p>Alhamdulillah, Allah masih memberikan hidup kepadaku,</p>
<p>Untuk dapat melihat apa yang sudah aku lakukan selama ini,</p>
<p>Dan untuk mengukur seberapa jauh aku sudah berbuat atas nama Allah.”</p>
<p>Kembali pak tua menarik napasnya dengan pelan,</p>
<p>Mencoba untuk lebih dalam, menggapai udara yang segar,</p>
<p>Untuk menyegarkan hatinya yang galau,</p>
<p>Mengingat satu masa yang segera  dihadapinya,</p>
<p>Walaupun bekal menuju alam itu belum genap terkumpul.</p>
<p>Maka ingatlah dia akan kata-kata guru agamanya,</p>
<p>Berpuluh-puluh tahun yang lampau,</p>
<p>Bahwa waktu tidak dapat berulang,</p>
<p>Selagi banyak kesempatan perbanyaklah berbuat kebaikan.</p>
<p>Pak tua makin terpekur dalam doa kepada Sang Pencipta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=543&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/30/sosok-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-ya-ramadhan/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-ya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 08:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa, besok Sabtu 22 Agustus 2009 ini, sudah masuk bulan puasa. Alhamdulillah, Allah masih memberikan ijin dan ridlo-Nya untuk menjalankan puasa di bulan yang penuh berkah ini, Insya Allah. Ya, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk melakukan perenungan apa yang telah kita kerjakan dan dapat selama setahun yang lalu.
Selepas dari sholat wajib [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=540&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tidak terasa, besok Sabtu 22 Agustus 2009 ini, sudah masuk bulan puasa. Alhamdulillah, Allah masih memberikan ijin dan ridlo-Nya untuk menjalankan puasa di bulan yang penuh berkah ini, Insya Allah. Ya, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk melakukan perenungan apa yang telah kita kerjakan dan dapat selama setahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas dari sholat wajib berjamaah, sholat Jumat, di masjid dekat tempat kerja, terngiang kembali uraian kotbah dari sang khotib. Beliau mengingatkan tentang begitu banyak nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua, sehingga kita malah lupa atau melupakan atau tidak sadar karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita lupa bahwa kelengkapan jasmani dan rohani kita, yang sangat diperlukan dalam menempuh kehidupan di dunia ini adalah karunia dan salah satu nikmat yang diberikan oleh-Nya. Karena sehari-hari berjalan seperti itu adanya, maka setiap bangun tidur di pagi hari, kita lupa mengucap syukur akan nikmat yang telah diberikan itu. Tetapi memang itulah sifat manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita selalu mendapatkan nikmat, maka ada kecenderungan kita lupa kepada yang telah memberikan nikmat tersebut. Namun, apabila kita mendapatkan cobaan atau musibah, maka kita sangat mudah dekat dengan Sang Khalik. Maka benarlah kata seorang sufi bahwa bagi manusia Allah itu bersemayam di atas luka. Padahal nikmat ataupun musibah, semuanya adalah ujian dan cobaan bagi manusia. Apapun yang kita terima, seharusnya kita harus mensyukurinya. Bersyukur bahwa Allah masih memberikan perhatian dan ridlo-Nya melalui cara-Nya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita menerima nikmat, maka bersyukurlah kepada Allah. Bersyukur dan menjaga nikmat tersebut dengan baik. Sebaliknya bila menerima musibah, kita juga bersyukur karenanya. Semua itu adalah karunia Allah, supaya kita selalu ingat akan Allah, Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang bulan puasa ini, banyak sms masuk ke hpku. Mengucapkan selamat menjalankan puasa, semoga amal ibadah puasa diterima oleh Allah dan tak lupa mengucapkan mohon maaf lahir bathin. Begitu indahnya kehidupan apabila hal ini selalu terjaga terus, tidak hanya mendekati bulan puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya : <strong>“ Air mengalir bersama lumpur. Angin berhembus bersama debu. Api menyala bersama asap. Manusia hidup bersama khilaf dan dosa. Mohon maaf lahir bathin kepada semua pembaca. Semoga di bulan penuh berkah ini, kita semuanya selalu mendapatkan ridlo dari Allah.”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MARHABAN YA RAMADHAN. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1430 H.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=540&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak tapak kaki</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/05/jejak-tapak-kaki/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/05/jejak-tapak-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 08:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/2009/08/05/jejak-tapak-kaki/</guid>
		<description><![CDATA[Bekas tapak kaki itu masih melekat erat pada tanah merah,
Guratan pinggir jemari kaki terlihat begitu jelas,
Mengukir tanah ini dengan pola keindahan dari Yang Kuasa,
Menghujam dalam pada empuknya tanah bumiku itu,
Serasa ingin mencengkeram yang ada di bawah telapak itu,
Seakan ingin melumatkan apa yang dipijaknya.
Bekas tapak itu terkurung oleh puluhan bekas tapak yang lain,
Yang mengelilinginya dengan rapat,
Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=539&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bekas tapak kaki itu masih melekat erat pada tanah merah,</p>
<p>Guratan pinggir jemari kaki terlihat begitu jelas,</p>
<p>Mengukir tanah ini dengan pola keindahan dari Yang Kuasa,</p>
<p>Menghujam dalam pada empuknya tanah bumiku itu,</p>
<p>Serasa ingin mencengkeram yang ada di bawah telapak itu,</p>
<p>Seakan ingin melumatkan apa yang dipijaknya.</p>
<p>Bekas tapak itu terkurung oleh puluhan bekas tapak yang lain,</p>
<p>Yang mengelilinginya dengan rapat,</p>
<p>Yang mengerubunginya dengan hebat tanpa sela,</p>
<p>Membuat tapak yang indah itu serasa menggigil ketakutan,</p>
<p>Menyiratkan suasana yang ada kala itu,</p>
<p>Ketika tapak-tapak kaki itu belum menjadi jejak.</p>
<p>Lalu, satu jam sebelumnya&#8230;&#8230;</p>
<p>Suara itu menjadi nyata jelas,</p>
<p>Terdengar keras menembus sejuknya hawa pegunungan,</p>
<p>Menyeruak di tengah semilir hembusan angin basah,</p>
<p>Yang baru saja disapa oleh rintik hujan,</p>
<p>Mengentaskan panas kemarau yang meradang.<span id="more-539"></span></p>
<p>Suara itu sahut menyahut,</p>
<p>Mendahului satu sama lainnya,</p>
<p>Melengking , melenguh, mengaum, menggeram,</p>
<p>Mengaduh, tertawa riang, membual, bersiul, terbahak-bahak,</p>
<p>Membentuk paduan suara yang tidak harmonis,</p>
<p>Karena tiadanya irama yang dijaga rapi,</p>
<p>Karena hampanya batasan nada yang diperdengarkan,</p>
<p>Mengusik tata krama yang ada sebelumnya,</p>
<p>Menafikkan aturan yang harusnya dipatuhi dengan baik,</p>
<p>Yang sudah dibuat dan disepakati di awal mula.</p>
<p>Lalu,</p>
<p>Alunan suara serabutan itu terpusat di suatu titik,</p>
<p>Di tanah lempung yang gembur itu,</p>
<p>Memuncak tak tertahankan,</p>
<p>Memuntahkan segala yang ada dalam pikiran,</p>
<p>Menghantam apa yang menghalangi di depan,</p>
<p>Menabrak apa yang mengitari di samping,</p>
<p>Tidak peduli betapa kerasnya halangan itu,</p>
<p>Tidak abaikan betapa lembutnya hambatan itu sebenarnya,</p>
<p>Semua diterjang dengan tamak,</p>
<p>Seolah tidak ingin ada yang mendahuluinya,</p>
<p>Untuk memiliki apa yang ingin dimauinya,</p>
<p>Untuk mendapatkan apa yang ingin diraihnya,</p>
<p>Sejak dari kibaran bendera yang pertama terlontar.</p>
<p>Lalu tangan yang paling kokoh,</p>
<p>Mulai memegang bendera itu pertama kali,</p>
<p>Mendekap dengan anggun,</p>
<p>Memeluk dengan erat seakan takut lepas,</p>
<p>Serasa risau akan renggutan kasar tangan-tangan lainnya yang terjulur ngawur,</p>
<p>Menyeruak diantara umpatan dan sanjungan dari sekitar,</p>
<p>Menjaganya dengan sepenuh hati dan perasaan,</p>
<p>Dilatari dengan akal yang sehat,</p>
<p>Diselingi dengan sadukan kaki yang kekar,</p>
<p>Untuk menjaga dudukan di tanah gembur itu,</p>
<p>Menahan gempuran kawan dan lawan,</p>
<p>Mematok diri sendiri supaya tidak jatuh tersungkur.</p>
<p>Seiring sinar mentari yang mulai panas,</p>
<p>Sejalan dengan gelombang awan yang mulai menjauh,</p>
<p>Perjuangan untuk menjaga dan merebut itu,</p>
<p>Masih terpatrikan dengan jelas di titik pusat tadi,</p>
<p>Menjajah tanah dengan perkasanya,</p>
<p>Mengenggam kepanikan untuk bertahan,</p>
<p>Berkutat dalam kelelahan alam pikiran,</p>
<p>Untuk menjadi yang lain dari yang lain.</p>
<p>Akhirnya,</p>
<p>Tiba saatnya kesadaran datang memeluk mereka semuanya,</p>
<p>Kesadaran akan keagungan Yang Maha Kuasa,</p>
<p>Yang membuat mereka semuanya terdiam,</p>
<p>Menerawang akan kehadiran-Nya,</p>
<p>Mengejawantahkannya dalam tindakan yang nyata,</p>
<p>Dengan tertunduk malu melihat alam sekitar yang porak poranda,</p>
<p>Karena tingkah polah wujud rasa haus akan kenikmatan yang berlebih.</p>
<p>Satu persatu mereka gantikan jiwa kedengkian dengan wajah sumringah,</p>
<p>Melepas ikatan tekan yang telah mereka bangun itu,</p>
<p>Terurai dengan nada syahdu yang mengalun pasti,</p>
<p>Perlahan namun jelas,</p>
<p>Mulai membentangkan jalan setapak yang terang,</p>
<p>Meskipun licin,</p>
<p>Walaupun sempit,</p>
<p>Namun tetap harus dibangun dengan kekuatan hati.</p>
<p>Satu jam setelahnya,</p>
<p>Tapak-tapak kaki itu terlihat jelas di tanah gembur ini,</p>
<p>Beriringan dengan rapi menuju satu titik pusat yang lain,</p>
<p>Berarakan teratur dengan jarak yang pasti,</p>
<p>Mengikuti satu tapak kaki di depan,</p>
<p>Yang dengan pijakan kuat mengawal bendera yang terpegang,</p>
<p>Dan jejak tapak kaki itu memang menuju sebuah tempat,</p>
<p>Dimana kejayaan sudah menunggu untuk dipikul bersama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=539&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/05/jejak-tapak-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Save the earth</title>
		<link>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/02/save-the-earth/</link>
		<comments>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/02/save-the-earth/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 02:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iponghp</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iponghp.wordpress.com/2009/08/02/save-the-earth/</guid>
		<description><![CDATA[Along my ride from the airport,
A lot construction is built,
Heavy equipment works hard,
To pile the earth,
Making foundation of future huge building.
Asking to the driver, what will be those buildings?
Mall sir, he answers with smile,
What kind of mall?
Accross this area, there is a big mall,
Two block of them, a sensational mall is located,
Is there any different [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=533&subd=iponghp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Along my ride from the airport,<br />
A lot construction is built,<br />
Heavy equipment works hard,<br />
To pile the earth,<br />
Making foundation of future huge building.</p>
<p>Asking to the driver, what will be those buildings?<br />
Mall sir, he answers with smile,<br />
What kind of mall?<br />
Accross this area, there is a big mall,<br />
Two block of them, a sensational mall is located,<br />
Is there any different this future mall comparing with others?</p>
<p>No sir, the driver answers again,<br />
Absolutely no different,<br />
I do not understand the policy of my government,<br />
I am just ordinary people,<br />
That trying to work hard as driver,</p>
<p>To get enough money for my children.</p>
<p>But by this mall competition,<br />
It helps me to have opportunity to get more money,<br />
Deliver people from one mall to other,<br />
Accompany them to fulfill their need, just to take window shopping,<br />
Even the taxi cab right now is almost flooded,<br />
But there is still a chance for me to get little money from them.</p>
<p>I like mall, I like so much a lot of mall,<br />
Not because I have enough money,<br />
But I can get money from them,<br />
I just pray that their habit to spend the money,<br />
To be kept well for time being.</p>
<p>That is the driver&#8217;s hope,<br />
Smiling is my answer to hear that,<br />
It seems true, more mall more money involving on them,<br />
I just think about my land,<br />
Where is my forest?<br />
Where is my beatiful natural park?<br />
Where is my bird?<br />
Where is my oxygen maker, the most important thing we need in this life?</p>
<p>Will my grand child just see the huge building in their life?<br />
So, I promise to myself,<br />
Let start to save the earth.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iponghp.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iponghp.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iponghp.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iponghp.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iponghp.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iponghp.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iponghp.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iponghp.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iponghp.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iponghp.wordpress.com/533/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iponghp.wordpress.com&blog=4453440&post=533&subd=iponghp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iponghp.wordpress.com/2009/08/02/save-the-earth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">iponghp</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>