Siang itu, sewaktu masih menikmati masa liburan lebaran, saya berkesempatan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota metropolitan. Cuaca cukup panas. Kondisi jalan menuju pertokoan itu sudah ramai kembali. Dipenuhi dengan lalu lalang kendaraan bermotor tiada hentinya. Kehidupan mulai kembali seperti semula, setelah terasa lengang di lebaran, begitulah kiranya.
Setelah melewati gerbang masuk, menuju tempat parkir di dalam gedung, terlihatlah kumpulan manusia di jalan di samping gedung pertokoan ini. Cukup banyak sehingga memenuhi jalan masuk ke tempat parkir. Rasa penasaran timbul, ada apa gerangan. Terlihat orang-orang itu mengarahkan pandangannya ke atas gedung. Ada yang menunjuk-nunjuk tangannya ke atas kepada orang di sampingnya. Seketika pandangan saya arahkan ke atas. Lha kok tidak ada apa-apa ya, hanya terlihat langit Jakarta yang sudah redup warna birunya. Karena masih penasaran, maka sayapun turun dari mobil.
Berjalan mendekati kerumunan orang tersebut, terlihatlah banyak orang merentangkan semacam terpal di salah satu sudut bangunan. Mereka memegang terpal tersebut erat-erat dan membentuknya sehingga menjadi semacam bantalan atau penampung. Agaknya mereka mengantisipasi adanya barang jatuh dari atas. Weh ini serius. Pasti ada sesuatu yang ada di atas sana, yang sangat berharga, sehingga orang-orang ini rela menjaga supaya tidak jatuh berantakan di jalan.
Ternyata memang benar. Akhirnya saya bisa melihat sesosok tubuh yang sekarang dalam keadaan berdiri di pinggir dinding atas gedung itu. Dia membelakangi kita semua. Agaknya ada seorang petugas yang sedang mencoba membujuk sosok tubuh itu untuk mengurungkan niatnya terjun dari lantai atas. Sejenak kemudian, dia duduk tetapi tetap di pinggir dinding. Dari bawah kelihatan kalau dia masih muda dan seorang perempuan lagi. Ya Allah, bagaimana bisa senekat itu. Baca entri selengkapnya »