Seberkas sinar surya,
Menerobos dinding yang tidak rapat,
Mulai menghangatkan udara di dalam,
Menggantikan dinginnya malam yang telah lewat,
Memberikan terang walaupun perlahan,
‘Ntuk memberikan tanda kepada sosok hidup itu,
Bahwa mentari pagi mulai menyeruak.
Ya, sosok hidup itu adalah seorang pak tua,
Yang sedang duduk bersila di atas tikar,
Dengan tangan memegang tasbih,
Di sebuah surau yang tidak terlalu luas,
Hanya cukup untuk sholat berjamaah beberapa orang,
Yang terletak di sudut desa kecil yang miskin,
Berdinding bambu, beralaskan tanah.
Sejak selepas shubuh tadi,
Sosok hidup itu tenggelam dalam terpekurnya,
Mengucapkan doa kepada Yang Khalik,
Mendekatkan hati kepada Yang Kuasa,
Mencurahkan perhatian hanya kepada Yang Esa. Baca entri selengkapnya »