Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Nov    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

  • Halaman

  • Blog Stats

    • 3,226 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terakhir

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada
  • Ucapan-ucapan yang baik

    Apa yang kita pungut dari kehidupan ini adalah yang kita tanam - HILLARD
  • Yang mati bukan saja di dalam kubur, tetapi juga orang hidup dengan semangat terkubur - HUKAMA
  • Berhati-hati adalah anak sulung dari kebijaksanaan - HUGO
  • Barang siapa takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju - HORNE
  • Pikirkan dengan masak apa yang hendak anda katakan pada orang lain- HORATIUS

Arsip untuk ‘puisi’ Kategori

Sosok hidup

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 30, 2009

Seberkas sinar surya,

Menerobos dinding yang tidak rapat,

Mulai menghangatkan udara di dalam,

Menggantikan dinginnya malam yang telah lewat,

Memberikan terang walaupun perlahan,

‘Ntuk memberikan tanda kepada sosok hidup itu,

Bahwa mentari pagi mulai menyeruak.

Ya, sosok hidup itu adalah seorang pak tua,

Yang sedang duduk bersila di atas tikar,

Dengan tangan memegang tasbih,

Di sebuah surau yang tidak terlalu luas,

Hanya cukup untuk sholat berjamaah beberapa orang,

Yang terletak di sudut desa kecil yang miskin,

Berdinding bambu, beralaskan tanah.

Sejak selepas shubuh tadi,

Sosok hidup itu tenggelam dalam terpekurnya,

Mengucapkan doa kepada Yang Khalik,

Mendekatkan hati kepada Yang Kuasa,

Mencurahkan perhatian hanya kepada Yang Esa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Jejak tapak kaki

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 5, 2009

Bekas tapak kaki itu masih melekat erat pada tanah merah,

Guratan pinggir jemari kaki terlihat begitu jelas,

Mengukir tanah ini dengan pola keindahan dari Yang Kuasa,

Menghujam dalam pada empuknya tanah bumiku itu,

Serasa ingin mencengkeram yang ada di bawah telapak itu,

Seakan ingin melumatkan apa yang dipijaknya.

Bekas tapak itu terkurung oleh puluhan bekas tapak yang lain,

Yang mengelilinginya dengan rapat,

Yang mengerubunginya dengan hebat tanpa sela,

Membuat tapak yang indah itu serasa menggigil ketakutan,

Menyiratkan suasana yang ada kala itu,

Ketika tapak-tapak kaki itu belum menjadi jejak.

Lalu, satu jam sebelumnya……

Suara itu menjadi nyata jelas,

Terdengar keras menembus sejuknya hawa pegunungan,

Menyeruak di tengah semilir hembusan angin basah,

Yang baru saja disapa oleh rintik hujan,

Mengentaskan panas kemarau yang meradang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Save the earth

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 2, 2009

Along my ride from the airport,
A lot construction is built,
Heavy equipment works hard,
To pile the earth,
Making foundation of future huge building.

Asking to the driver, what will be those buildings?
Mall sir, he answers with smile,
What kind of mall?
Accross this area, there is a big mall,
Two block of them, a sensational mall is located,
Is there any different this future mall comparing with others?

No sir, the driver answers again,
Absolutely no different,
I do not understand the policy of my government,
I am just ordinary people,
That trying to work hard as driver,

To get enough money for my children.

But by this mall competition,
It helps me to have opportunity to get more money,
Deliver people from one mall to other,
Accompany them to fulfill their need, just to take window shopping,
Even the taxi cab right now is almost flooded,
But there is still a chance for me to get little money from them.

I like mall, I like so much a lot of mall,
Not because I have enough money,
But I can get money from them,
I just pray that their habit to spend the money,
To be kept well for time being.

That is the driver’s hope,
Smiling is my answer to hear that,
It seems true, more mall more money involving on them,
I just think about my land,
Where is my forest?
Where is my beatiful natural park?
Where is my bird?
Where is my oxygen maker, the most important thing we need in this life?

Will my grand child just see the huge building in their life?
So, I promise to myself,
Let start to save the earth.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Kemerdekaan

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 1, 2009

Apakah arti kemerdekaan bagi sebagian orang ini?

Mereka masih meniti kehidupan dengan tantangan yang ada,
Menapakkan kaki untuk melangkah ke depan,
Dengan beban di pundak yang terasa,
Yang makin lama tidak berkurang,
Menambah terseoknya langkah kaki terayun,
Menuju waktu yang selalu menunggu di depan,
Untuk diselami dan diterjang.

Mereka masih harus menyelesaikan rangkuhan itu,
Mengurai satu persatu,
Dari pintalannya yang tidak teratur,
Ujud garapan dari tangan yang tak trampil,
Memilih dan menandai,
Mengabaikan dan menghiraukan,
Hingga ujung bertemu dengan ujung,
Yang menelan waktu begitu dalam.

Merekapun masih memendam harapan ke depan,
Memindai apa yang menahan rajutan terlanjur kumal,
Menata jalan yang ada menjadi lebih lapang,
Dengan iringan waktu yang selalu menekan,
Untuk segera lepas dari jeratan yang mencengkeram.

Akankah kemerdekaan ini menolong mereka untuk bebas dari kumpulan itu?

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Kerinduan

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 26, 2009

Seolah senyuman dan sapaanmu yang selalu kamu tunjukkan setiap aku menatapmu,
itu berdesir di kedua telingaku.

Seakan kehadiranmu dengan sosok yang menggemaskan,
itu menari luwes di kornea mataku.

Seakan suara tawa dan candamu yang menggodaku untuk menanggapi,
itu memenuhi ruangan di tempatku berada.

Seolah, seakan dan serasa semua itu begitu setia mengiringiku dalam setiap langkah di jalan hidup ini.

Namun itu belumlah cukup untuk menenteramkan hati yang galau ini,
hati yang resah, hati yang kosong, hati yang hancur.

Ketiadaanmu membuat ruang dalam jalan hidup yang kutempuh serasa sesak,
dipenuhi hambatan maya yang menggantung di depan setiap langkah,
yang memagari sisi jalan setiap arah tujuan.

Kejauhanmu membuatku selalu terisak di dalam doaku ke Yang Maha Esa,
membuatku menggulirkan butiran airmata saat kupandang foto kita bersama,
menggoreskan luka bersalah di hatiku setiap mengingatmu.

Aku sangat merindukanmu,
Aku sangat kehilangan kamu.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Perjuangan

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 16, 2009

Kaki ini mulai melangkah perlahan,
Walaupun terseok, namun pasti maju ke depan
Meninggalkan yang pernah dilalui,
Menghalaukan kenangan yang merasuk dalam.

Dalam helaan nafas yang diambil,
Dalam hitungan waktu untuk menata kekuatan kembali,
Sejenak kepala ini menoleh kembali.

Terlihat gumpalan bayangan yang samar,
Terkumpul dalam luasan yang mengembang,
Seakan mengikuti kemana kaki ini melangkah,
Seolah tidak rela melepas perginya tubuh ini.

Helaan nafas kembali menjadi topangan,
Kenangan itu harus dikibaskan kembali,
Untuk menatap ke depan yang telah menanti,
Walaupun damai belum pasti mendekat.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Awan

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 15, 2009

Menatap awan di atas sana,

Yang bergelayut mesra di tangan sang langit,

Yang menahan kehangatan sinar mentari di pagi hari,

Yang bergerak berarakan, bergelombang,

Seakan takut terlepas dari suatu ikatan kuat,

Serasa enggan lepas dari dekapan sang dewi,

Menggapai rona cerah yang mengitarinya.

Sang awan tetaplah menjadi awan,

Yang selalu ada di atas tempat tanah kupijak,

Yang selalu menaungi yang ada di bawah,

Yang selalu bergerak ke segala arah,

Yang selalu dapat memberikan keteduhan di kala terik matahari,

Yang selalu mampu mencurahkan titik air selagi bumi dahaga. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Waktu

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 9, 2009

Waktu ini rasanya berjalan melambat,
Semua yang bisa dilakukan telah menuai hasil,
Apa yang diharapkan sudah memberi bukti,
Namun waktu inipun belum beranjak pergi,
Bergelayut disekujur tubuh,
Mengikuti setiap loncatan kaki yang panjang.
Mengiringi tarikan tangan melambai,
Membebani dalam meniti langkah ke depan.

Waktu ini sepertinya masih mengelilingiku,
Memagariku dalam bayangan maya,
Mengitariku laksana lingkaran tak terpatahkan,
Mengunciku dan meminta perhatian yang lekat.

Waktu inipun belum akan pergi,
Tetap bersamaku di belakang dan di depanku.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Kasih tak berujung

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 3, 2009

Ingin aku memilikimu,

Tidak hanya senyummu yang begitu manis menawan,

Bukan hanya tutur katamu yang mengalun lembut,

Tidak pula hanya keindahan wajahmu yang selalu merona,

Namun semua yang engkau punyai,

Segala yang ada pada dirimu,

Semua itu karena sinar pribadimu yang terpancar tulus dan apa adanya.

Ingin aku selalu ada di dekatmu,

Seakan tidak ingin melepasmu walaupun dalam sekejap mata,

Seperti takut akan ketinggalan satu tarikan nafas kehidupanmu,

Menjagamu seolah tidak rela akan tergoresnya kulitmu yang halus,

Serasa awan yang selalu mendekap rembulan di waktu malam.

Itulah angan yang aku lamunkan,

Ketika berdiri di suatu malam yang gelap, Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | 1 Komentar »

Anak jalanan

Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 2, 2009

Berbekal kumpulan tutup botol yang disusun sembarang,
Berkain kumal yang melekat di badan,
Bersandal kulit di atas panas aspal jalanan,
Berharap koin cepek dari tuan yang lewat.

Anak jalanan, anak yang malang,
Mencari uang untuk makan sekali.
Anak jalanan, anak yang tenang,
Tuan tidak memberi, masih ada yang lain.
Anak jalanan, memang anak jalanan,
Teman sebaya belajar di sekolah untuk hidup nanti,
Anak jalanan hidup sekarang di jalanan ramai,
Hidup nanti jangan dipikir sekarang.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »