Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Oktober 2011
    S S R K J S M
    « Sep   Feb »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

Suatu saat menjelang shubuh ………

Posted by distafana pada Oktober 17, 2011

Suatu saat menjelang shubuh, di sebuah jembatan di atas jalan mulus bebas hambatan yang menuju Bogor, beberapa saudara kita, sesama mahkluk Allah yang paling sempurna, menyandarkan badan. Dengan berbungkus sarung serta jaket seadanya dan dilengkapi dengan sebuah alat pertukangan (semacam sekop), mereka bergerombol, berjajar untuk berlindung diri dari dinginnya malam. Tidur beralaskan kertas ataupun beton jembatan serta beratapkan langit malam.

Mereka menunggu pagi datang dengan harapan akan ada sebuah pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Tentunya untuk mendapatkan sedikit uang buat makan keluarganya.  Apakah harapan mereka terwujud di pagi harinya?

Mereka tidak malas, karena mereka tidak mengemis. Mereka hanya ingin bekerja. Karena dengan bekerja mereka yakin akan ada uang yang bisa dibawa pulang. Kembali lagi, apakah harapan mereka untuk mendapatkan pekerjaan terwujud?

Begitu sukarnya warga negara Indonesia ini mendapatkan pekerjaan di negaranya sendiri. Apakah memang tidak ada lagi pekerjaan yang tersisa buat mereka-mereka ini, yang jelas-jelas bukan pemalas?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.