Rehat (1)
Ditulis oleh iponghp di/pada Juli 7, 2009
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apapun yang kita alami. Berusaha terus, untuk menjadi lebih baik dimata Sang Pencipta. Sambil terus introspeksi apakah kita telah mendzalimi orang lain, apakah kita tanpa terasa telah menjadi orang fasik, apakah kita tanpa terasa telah mengambil hak orang lain? Jadilah tangan yang di atas, yang selalu berpikir dan bertindak untuk memberi , baik harta maupun ilmu, kepada orang lain.
Jangan biarkan keburukan datang dari diri kita. Berusahalah untuk selalu tawadhu, rendah hati, berbaik sangka, berbudi bahasa baik, tidak merendahkan/meremehkan orang lain. Jangan tinggi hati. Seburuk-buruk manusia pasti ada sisi kebaikannya, sebaik-baik manusia pasti ada kekurangannya.
Jangan kita terperosok kepada kufur nikmat. Banyak yang telah kita terima dari Sang Maha Pemberi, tetapi kita selalu merasa kurang. Jauh lebih banyak orang yang lebih menderita dari pada kita di dunia ini. Jangan pernah mengecilkan kebaikan yang telah kita terima.
Sebelum “menyeberangkan mata”, lihatlah sekeliling kita, teman-teman kita yang dekat. Apa yang sudah kita berikan kepada mereka? Rasa hormat? Kasih sayang? Apresiasi? Jangan memupuk sikap arogan dan melecehkan . Yang paling mudah memang melihat kekurangan, kemudian mengeluh bahkan mencaci. Sementara kebaikan, yang mungkin lebih banyak tetapi tidak pernah terutarakan, jarang mendapat pujian.
Bila melihat kekurangan, bantulah dengan cara yang baik. Yang kurang harta, bantu dengan harta. Yang kurang ilmu, bantu dengan ilmu. Jangan jadi orang yang selalu menuntut kebaikan dari orang lain, tetapi jarang memberi kebaikan pada yang lain. Jadilah sumber kebaikan bagi siapapun dengan cara yang baik pula.
Teruslah berbuat baik,lillahi ta’ala.