Bagian 1
CEO sebuah perusahaan tertentu dihadapkan pada suatu masalah yang sudah sering muncul, yaitu pengurangan pegawai.
“Kita harus memotong daftar gaji hingga separuh,” dia menjelaskan kepada asistennya, “Tapi, bagaimana aku bisa memastikan bahwa orang-orang yang dipecat tidak akan kembali dengan senjata di tangan? Ada banyak kejadian semacam itu, kamu tahu.”
“Tidak masalah,” sahut asistennya, yang lebih tahu tentang logika maupun psikologi manusia. “Jangan memecat siapapun. Biarkan mereka mengundurkan diri sendiri. Dengan cara itu, mereka tidak bisa menyalahkan anda. Biar saya yang menangani ini.”
Asisten itu memanggil setiap pegawai ke kantornya, satu demi satu. Ketika setiap pegawai masuk, asisten tersebut menjelaskan bahwa di atas mejanya ada dua buah amplop. Yang satu berisi surat pemberhentian, sementara yang satu lagi berisi perpanjangan kontrak.
“Yang harus kaulakukan,” katanya kepada setiap pegawai sambil mengedipkan matanya, ‘adalah mengambil amplop yang tepat.”
“Bagaimana saya tahu amplop mana yang harus diambil?” pegawai itu bertanya.
“Sederhana. Baca saja apa yang tertulis pada amplop.” Baca entri selengkapnya »