Umurku lebih dari setengah abad,
Berbalut kulit kering, hitam terbakar matahari,
Bertulang besar, namun tak berdaging subur,
Berselimut baju kucel, berhiaskan noda tak terhapuskan,
Bersandal jepit, pelindung dari panasnya bumi.
Bila kewajiban sholat Shubuh telah usai kujalani,
Kaki melangkah menyusuri jalanan sepi,
Ditemani gelapnya jalan di sekitar gubukku,
Meloncati batu yang berserakan, menghindari kubangan air yang menghadang,
Menuju jalanan setapak kampung yang diterangi cahaya lampu secukupnya,
Sampai di perempatan jalanan besar sebagai labuhan terakhir,
Tempat harapan kepada semua yang lewat menysihkan uang recehnya.
Matahari sudah menunjukkan keperkasaannya,
Memberikan panas yang dibutuhkan oleh sebagian orang saat itu,
Sejenak aku merapat di keteduhan yang ada,
Sekedar melepas rasa lelah yang mendera,
Menunggu berkurangnya keringat yang mengucur. Baca entri selengkapnya »