Ujung batas
Posted by distafana pada Juni 22, 2009
Akankah seekor burung yang sedang terbang tinggi,
Tahu sampai setinggi manakah daya jangkau kepakan sayapnya?
Bilakah seekor lumba-lumba yang sedang merenangi lautan luas dengan anggun,
Sadar sampai kedalaman berapa dia mampu menyelam ke dalam samudera?
Masihkah nafas seorang pendaki gunung yang tegar,
Paham sampai setipis apa atmosfir yang dapat dihirupnya?
Atau mungkinkah jalan yang panjang dan lurus itu,
Tetap lurus mengelilingi bumi sampai bertemu awalnya lagi,
Tidak pernah membelok satu milipun?
Adakah ujung batas dari setiap apa yang nampak di dunia ini,
Masihkah ujung batas dari apa yang dapat kita lihat di bumi ini,
Mampukah kita menetapkan ujung batas yang sebenarnya?
Ataukah ujung batas ini memang hanya fatamorgana saja,
Seperti terlihat namun tidak dapat dialami.
Ataukah memang ujung batas itu adalah seujung-ujungnya nafas kehidupan ini,
Akankah kita dapat menandai keberadaan kita bila di ujung batas?
Mungkinkah kemarin adalah ujung batas itu sebenarnya?
Pertanyaan-pertanyaan itupun tidak akan ada ujung batasnya.
Rahmat Kedai berkata
Cieeee,,,
Nice words mas ^^b
Kedai
iponghp berkata
tks mas
rizalihadi berkata
ujung seperti kita melihat gajah di pelupuk mata tapi tak nampak
iponghp berkata
he he tepat juga.tks
manik berkata
Ujung Batas perlu ditetapkan sendiri
Karena Ujung Batas adalah “batas” masa lalu dan kini
Masa kini harus lebih baik dari masa lalu
Lupakan masa lalu
Pijakkan kaki dengan mantap untuk masa kini
Demi mencapai yang terbaik di masa kini dan esok
Tiada ujung batas yang membuat semuanya berhenti
Ujung batas adalah saat ini
Dan saat ini adalah pijakan terbaik ‘tuk masa depan gemilang