Dengan senyum terkembang, aku mendatangi kursi di emergency exit,
Aku berharap,yang duduk di situ adalah bapak-bapak atau pemuda,
Jangan ibu-ibu atau remaja putri,
Bukan aku menyangsikan kaumku sendiri,
Tapi ini tempat duduk emergency exit,
Aku lebih memilih para lelaki,
Karena (kuharap) punya kekuatan dan ketenangan yang lebih.
Harapanku terkabul,
Dua belas kursi diduduki oleh kaum Adam,
Ada perasaan tenang dalam hatiku, walaupun aku sangat berharap bahwa pintu darurat ini tidak perlu dibuka,
Seperti semua yang ada dalam pesawat ini,
Harapannya selamat sampai di tempat tujuan.
Terbayang,
Betapa besar beban pekerja di darat,
Menjaga dan merawat burung besi ini hingga laik terbang,
Betapa berat beban mas-mas pilot yang duduk di kemudi,
Meyakinkan dan menerbangkan benda berat ini hingga ke tujuan,
Melewati rintangan di ketinggian,
Nyawa ratusan oranglah yang menjadi tanggungan. Baca entri selengkapnya »