Sore itu, HP kesayanganku berbunyi menandakan ada SMS yang masuk. Berhubung sedang mengerjakan tugas utama, maka SMS tidak langsung aku buka. Setelah tugas terselesaikan dengan baik, maka HP aku sambangi. Eh, ternyata dari teman lama jaman sekolah dulu. Ada apa sore-sore SMS, tumben.
Ah ternyata temanku tadi hanya memberitahu no HP-nya yang baru. Sangat biasa, karena mungkin dia ingin ganti operator seluler. Namun yang membuat tidak biasa adalah kalimat berikutnya, yaitu “kalau kamu sekeluarga jalan-jalan ke KL, contact aku, siapa tahu aku bisa bantu”. Rasa penasaranku muncul. Bukankah KL itu kualalumpur? Bukankah temanku tadi tinggal di Jakarta dan sudah bekerja dengan posisi yang baik? Apakah temanku tadi pindah kerja (lagi) ke negara tetangga? Ataukah si teman sedang jalan-jalan ke KL dan sekedar info kalau dia di sana?
Ketika dia menjelaskan lebih lanjut, maka terjawab sudah pertanyaan-pertanyaan di atas. Ternyata teman tadi barusan pindah kerja dari Jakarta. Dia diterima di salah satu perusahaan besar di Malay dan katanya bekerja sebagai “guru” bagi para engineer di perusahaan itu. Selamat buat dia, karena kemampuannya diakui negara lain. Salut karena sudah bisa go international. Namun, kenapa harus ke Malay friend. Baca entri selengkapnya »