Tulisan ini bukan untuk meramaikan suasana kampanye pilpres 2009 ataupun untuk mendukung salah satu calon tersebut, namun ini hanya tulisan yang diilhami oleh pemikiran atau pendapat pribadi seorang teman sewaktu melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.
Pagi itu, teman tadi melakukan perjalanan ke luar daerah untuk suatu tugas. Seperti biasanya, untuk mencapai bandara besar terdekat, dia harus terbang dengan menggunakan pesawat kecil kepunyaan perusahaannya. Pesawat ini mempunyai kapasitas sekitar 20 tempat duduk, dengan layout 2 (baris)- 2 (kursi). Ukuran tempat duduk cukup untuk orang dewasa, namun cenderung ke sempit untuk ruang kakinya. Hanya ada sekitar 2 baris kursi yang mempunyai ruang kaki yang lebih luas. Ini memang baris khusus. Barisan kursi ini biasanya diisi oleh pejabat perusahaan, tamu-tamu terhormat atau oleh eselon yang tertinggi dalam satu flight.
Nah saat itu, ada 2 BOD yang ikut dalam flight bersama dengan teman saya tadi. Bila tiba saat boarding, maka para penumpang masuk ke pesawat. Beliau-beliau (para BOD) duduk di kursi khusus pejabat tadi, dengan urutan ke belakang, satu-satu. Sedang teman saya tadi duduk di baris paling belakang. Terlihat oleh teman, seseorang yang dia kenal dan hormati secara pribadi masuk ke pesawat itu juga. Beliau adalah mantan BOD perusahaannya, yang sekarang bekerja di perusahaan lain tetapi masih satu kota/lokasi. Teman saya tadi memperkirakan mantan BOD ini akan duduk di samping salah satu BOD. Namun ternyata, mantan BOD ini duduk di kursi biasa yang terletak di samping 2 baris khusus tadi. Beliau duduk dekat dengan jendela dan bersebelahan dengan penumpang biasa lainnya. Baca entri selengkapnya »