Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Juni 2009
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

Arsip untuk Juni 9th, 2009

Antara pejabat dan mantan pejabat

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 9, 2009

Tulisan ini bukan untuk meramaikan suasana kampanye pilpres 2009 ataupun untuk mendukung salah satu calon tersebut, namun ini hanya tulisan yang diilhami oleh pemikiran atau pendapat pribadi seorang teman sewaktu melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

Pagi itu, teman tadi melakukan perjalanan ke luar daerah untuk suatu tugas. Seperti biasanya, untuk mencapai bandara besar terdekat, dia harus terbang dengan menggunakan pesawat kecil kepunyaan perusahaannya. Pesawat ini mempunyai kapasitas sekitar 20 tempat duduk, dengan layout 2 (baris)- 2 (kursi). Ukuran tempat duduk cukup untuk orang dewasa, namun cenderung ke sempit untuk ruang kakinya. Hanya ada sekitar 2 baris kursi yang mempunyai ruang kaki yang lebih luas. Ini memang baris khusus. Barisan kursi ini biasanya diisi oleh pejabat perusahaan, tamu-tamu terhormat atau oleh eselon yang tertinggi dalam satu flight.

Nah saat itu, ada 2 BOD yang ikut dalam flight bersama dengan teman saya tadi. Bila tiba saat boarding, maka para penumpang masuk ke pesawat. Beliau-beliau (para BOD) duduk di kursi khusus pejabat tadi, dengan urutan ke belakang, satu-satu. Sedang teman saya tadi duduk di baris paling belakang. Terlihat oleh teman, seseorang yang dia kenal dan hormati secara pribadi masuk ke pesawat itu juga. Beliau adalah mantan BOD perusahaannya, yang sekarang bekerja di perusahaan lain tetapi masih satu kota/lokasi. Teman saya tadi memperkirakan mantan BOD ini akan duduk di samping salah satu BOD. Namun ternyata, mantan BOD ini duduk di kursi biasa yang terletak di samping 2 baris khusus tadi. Beliau duduk dekat dengan jendela dan bersebelahan dengan penumpang biasa lainnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »