Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Juni 2009
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

  • Halaman

  • Blog Stats

    • 3,193 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terakhir

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada
  • Ucapan-ucapan yang baik

    Apa yang kita pungut dari kehidupan ini adalah yang kita tanam - HILLARD
  • Yang mati bukan saja di dalam kubur, tetapi juga orang hidup dengan semangat terkubur - HUKAMA
  • Berhati-hati adalah anak sulung dari kebijaksanaan - HUGO
  • Barang siapa takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju - HORNE
  • Pikirkan dengan masak apa yang hendak anda katakan pada orang lain- HORATIUS

Arsip untuk Juni, 2009

Ball ….. Gool….

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 25, 2009

This night, I become the queen,
The only one that 22 people are hunting me,
From side to other side,
By kicking, heading or catching,
Yes, I am the ball, and I am the queen.

Gool is the player’s goal,
More gool to other field, more money and proud to be received,
No gool to other, it seems the loser is coming,
Oh don’t keep the gool far away from me,
I like gool, I like gool so much.

I am the ball, I am the queen,
but my team become a loser tonight, oh.

(catatan: Weh di Piala Konf Afsel 2009,  favorit Spanyol kalah juga sama USA, 2-0 lagee)

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Pengemis tua

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 24, 2009

Umurku lebih dari setengah abad,
Berbalut kulit kering, hitam terbakar matahari,
Bertulang besar, namun tak berdaging subur,
Berselimut baju kucel, berhiaskan noda tak terhapuskan,
Bersandal jepit, pelindung dari panasnya bumi.

Bila kewajiban sholat Shubuh telah usai kujalani,
Kaki melangkah menyusuri jalanan sepi,
Ditemani gelapnya jalan di sekitar gubukku,
Meloncati batu yang berserakan, menghindari kubangan air yang menghadang,
Menuju jalanan setapak kampung yang diterangi cahaya lampu secukupnya,
Sampai di perempatan jalanan besar sebagai labuhan terakhir,
Tempat harapan kepada semua yang lewat menysihkan uang recehnya.

Matahari sudah menunjukkan keperkasaannya,
Memberikan panas yang dibutuhkan oleh sebagian orang saat itu,
Sejenak aku merapat di keteduhan yang ada,
Sekedar melepas rasa lelah yang mendera,
Menunggu berkurangnya keringat yang mengucur. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Suatu saat di Pasuruan

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 22, 2009

Angin itu kembali menerpa wajahku,
Mengusir butiran air mata yang bergulir pelan,
Mengeringkan kornea mata yang memerah,
Kilasan dari tangisan yang terkuak dari dalam,
Melihat kumpulan tubuh yang tak berdosa saling menumpuk.

Sejenak hati ini menghayati keadaan yang baru lewat,
Menyaksikan sumringahnya wajah-wajah tubuh tak bernyawa itu,
Tak menghiraukan jalan jauh yang ditempuh,
Tak perhatikan hawa panas di sekeliling,
Tak peduli harus berdiri berdempetan,
Demi sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Begitukkah jalan kehidupan yang harus dilalui,
Sesuatu yang sangat langka ada dalam genggaman,
Sesuatu yang menjauh setiap didekati dengan usaha keras,
Sesuatu yang sulit untuk dijangkau,
Namun juga sesuatu yang sangat mudah didapat bagi sebagian,
Bahkan sesuatu yang bisa tidak berarti bagi yang lain.

Memang sesuatu itu jadi harapan semua orang yang berkumpul di sini,
Menanti penuh harap, segera mendapat jatah untuk mengambilnya,
Menunggu penuh cemas karena rombongan di belakang yang mulai tidak sabar.

Wajahku kembali tersapu oleh angin yang lewat,
Menyadarkanku akan betapa tipis dan singkatnya waktu yang aku lalui,
Dari sebelumnya gerombolan orang berjubel,
Sampai akhirnya hanya jasad yang tertinggal.

Akupun berdoa untuk mereka semua,

(catatan: dibuat setelah kejadian memilukan pada 15 September 2008)

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Ujung batas

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 22, 2009

Akankah seekor burung yang sedang terbang tinggi,
Tahu sampai setinggi manakah daya jangkau kepakan sayapnya?
Bilakah seekor lumba-lumba yang sedang merenangi lautan luas dengan anggun,
Sadar sampai kedalaman berapa dia mampu menyelam ke dalam samudera?
Masihkah nafas seorang pendaki gunung yang tegar,
Paham sampai setipis apa atmosfir yang dapat dihirupnya?
Atau mungkinkah jalan yang panjang dan lurus itu,
Tetap lurus mengelilingi bumi sampai bertemu awalnya lagi,
Tidak pernah membelok satu milipun?

Adakah ujung batas dari setiap apa yang nampak di dunia ini,
Masihkah ujung batas dari apa yang dapat kita lihat di bumi ini,
Mampukah kita menetapkan ujung batas yang sebenarnya?
Ataukah ujung batas ini memang hanya fatamorgana saja,
Seperti terlihat namun tidak dapat dialami.

Ataukah memang ujung batas itu adalah seujung-ujungnya nafas kehidupan ini,
Akankah kita dapat menandai keberadaan kita bila di ujung batas?
Mungkinkah kemarin adalah ujung batas itu sebenarnya?

Pertanyaan-pertanyaan itupun tidak akan ada ujung batasnya.

Ditulis dalam puisi | 4 Komentar »

Pramugari dan emergency exit

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 20, 2009

Dengan senyum terkembang, aku mendatangi kursi di emergency exit,
Aku berharap,yang duduk di situ adalah bapak-bapak atau pemuda,
Jangan ibu-ibu atau remaja putri,
Bukan aku menyangsikan kaumku sendiri,
Tapi ini tempat duduk emergency exit,
Aku lebih memilih para lelaki,
Karena (kuharap) punya kekuatan dan ketenangan yang lebih.

Harapanku terkabul,
Dua belas kursi diduduki oleh kaum Adam,
Ada perasaan tenang dalam hatiku, walaupun aku sangat berharap bahwa pintu darurat ini tidak perlu dibuka,
Seperti semua yang ada dalam pesawat ini,
Harapannya selamat sampai di tempat tujuan.

Terbayang,
Betapa besar beban pekerja di darat,
Menjaga dan merawat burung besi ini hingga laik terbang,
Betapa berat beban mas-mas pilot yang duduk di kemudi,
Meyakinkan dan menerbangkan benda berat ini hingga ke tujuan,
Melewati rintangan di ketinggian,
Nyawa ratusan oranglah yang menjadi tanggungan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Shubuh

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 20, 2009

Kumandang bacaan Qur’an terdengar jelas ,
Memanggilku untuk mengambil air wudhu,
Menuju masjid megah untuk menghadap Allah,
Menjalankan sholat Shubuh yang wajib.

Dalam penantian waktunya sholat,
Kupandang jemaah yang terpekur khusuk,
Membaca surah Qur’an,
Berdoa untuk mendapatkan keberkahan Yang Kuasa.

Termenung aku kembali menyadari,
Betapa hidup ini harus diisi dengan kebaikan,
Harus selalu dijaga supaya jalan fitrah yang diambil,
Karena sudah begitu banyak kemudahan dan keuntungan yang diberikan oleh Allah,
Sejak dari dilahirkan sampai saat ini.

Dalam doaku setelah yang wajib,
Kumohon kedamaian dan kemudahan selalu dilimpahkan,
Untuk umat manusia di dunia ini,
Untuk keselamatan kita semua.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Rembulan redup

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 19, 2009

Malam ini,
Sinar rembulan begitu enggan menampakkan kemilaunya,
Redup dan terkadang sengaja sembunyi di balik awan,
Seakan semangat menyapa manusia telah punah,
Mengiringi pudarnya harapan dari seseorang,
Yang sedang merunduk dalam kebisuan,
Di halaman rumahnya yang lapang.

Riuhnya orang di sekitaran rumah,
Ramainya motor yang lalu lalang di jalanan,
Sepertinya terabaikan oleh seseorang itu.
Dengan posisi memeluk kedua lutut,
Dalam pandangan mata yang kabur,
Diapun tetap tidak bergeming dengan dinginnya malam.

Rembulan masih tetap redup,
Mengawal kegundahan hati orang itu.

Kegundahan yang dimulakan dari tuntutan yang ada,
Yang menngisyaratkan waktu selalu berjalan,
Yang menandakan masa itu ada batasnya,
Hanya dalam hitungan bulan,
Kejayaan dalam hidupnya tinggal kenangan,
Kenikmatan yang diraihnya akan lenyap,
Entah berbekas ataupun tidak,
Bagi semua orang yang pernah mengenal dan menyebut namanya.

Rembulan pun masih sembunyi di balik awan,
Seperti keberadaan orang itu yang selalu sembunyi dalam kuasa,
Memagari diri sendiri dari yang papa,
Menekan kumpulan yang membutuhkannya,
Karena pamrih yang ada di belakangnya.

Namun,
sebentar lagi dia menyadari awan kuasa itu akan sirna,
Kembali akan menunjukkan jati dirinya yang asli,
Sebagai manusia biasa, seperti sediakala.

Sinar rembulanpun semakin pudar,
Sementara orang itupun tetap merunduk dalam kebisuan yang dalam.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

detikcom : Si Mungil Kaya Serat dari Timur Tengah

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 15, 2009

Lentil, salah satu jenis kacang-kacangan ini banyak dikonsumsi oleh orang India, Timur Tengah, dan Turki. Si mungil ini selain rasanya enak juga kaya serat. Cocok buat para vegetarian atau mereka yang sedang berdiet. Lalu apa saja manfaat lainnya? (read more)

Ditulis dalam comotan | Leave a Comment »

detikcom : Rossi: Duel Dahsyat!

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 15, 2009

Kemenangan di MotoGP Catalunya digenggam Valentino Rossi usai berduel sengit dengan Jorge Lorenzo. Rossi mendapuk duel ini sebagai salah yang terberat yang pernah dia hadapi. (read more)

Ditulis dalam comotan | Leave a Comment »

detikcom : Lakers Juara NBA

Ditulis oleh iponghp di/pada Juni 15, 2009

Los Angeles Lakers tidak membuang kesempatan untuk menyelesaikan final NBA secepatnya. Di game kelima, Lakers membekap Orlando Magic 99-86 dan berhak atas mahkota juara. (read more)

Ditulis dalam comotan | Leave a Comment »