Sir Rodney Koala sedang menyusun kembali buku-bukunya pada rak buku ketika dia mendapati seekor ngengat bertengger di atas dua jilid buku War and Peace miliknya.
“Kamu tidak bermaksud menikmati Tolstoy yang kusayangi sebagai makan siangmu, bukan”.
“Tolstoy, schmolstoy,” sahut ngengat dengan seringai mengejek, “semuanya sama bagiku. Yang kutahu hanyalah,” lanjutnya, sambil menilai-nilai novel tersebut dengan mata yang lapar, “jika semua pengarangmu punya masalah seperti dia, yaitu tidak tahu kapan menutup mulutnya, aku akan menjadikannya makan siangku-istriku dan anak-anakku juga.”
Sir Rodney, tipe yang lebih suka menggunakan kekuatan otak daripada otot, memutuskan untuk berunding. Baca entri selengkapnya »