Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

  • Halaman

  • Blog Stats

    • 3,193 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terakhir

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada
  • Ucapan-ucapan yang baik

    Apa yang kita pungut dari kehidupan ini adalah yang kita tanam - HILLARD
  • Yang mati bukan saja di dalam kubur, tetapi juga orang hidup dengan semangat terkubur - HUKAMA
  • Berhati-hati adalah anak sulung dari kebijaksanaan - HUGO
  • Barang siapa takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju - HORNE
  • Pikirkan dengan masak apa yang hendak anda katakan pada orang lain- HORATIUS

Kisah Sepotong Kue

Ditulis oleh iponghp di/pada November 16, 2008

Cerita ini (saya yakin pembaca pernah membacanya), saya ambil dari file PPS kiriman teman (yang sudah lama tersimpan). Saya sadur  dan tuliskan di blog ini, sebagai pengingat dan renungan buat saya dan (mungkin) buat pembaca juga dalam menjalani kehidupan ini. Tidak ada maksud untuk mempermasalahkan perbedaan gender yang ada, karena bila pelaku dalam cerita ini gendernya sama, maka sangat mungkin jalannya cerita berbeda.

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jam terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat duduk. Sambil duduk, wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada di antara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si pencuri kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itu sempat berpikir:”Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia”. Setiap dia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue yang tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu.

Dengan senyum dan tawa (yang gugup) di wajahnya, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separo lagi. Si wanitapun merebut kue itu dan berpikir:”Ya ampun, orang ini berani sekali dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterimakasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si pencuri kue tak tahu terima kasih. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. Kokmilikku ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi.

Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih, dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal, kita sendiri yang mencuri kue tadi, kita sendiri yang tak tahu terima kasih.

Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain. Sementara sebetulnya kita tidak tahu permasalahannya.

Sekedar catatan akhir, apa yang terjadi apabila gender kedua orang itu sama, misal sama-sama lelaki atau sama-sama wanita?

 

 

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>