Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Nov    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

  • Halaman

  • Blog Stats

    • 3,412 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terakhir

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada
  • Ucapan-ucapan yang baik

    Apa yang kita pungut dari kehidupan ini adalah yang kita tanam - HILLARD
  • Yang mati bukan saja di dalam kubur, tetapi juga orang hidup dengan semangat terkubur - HUKAMA
  • Berhati-hati adalah anak sulung dari kebijaksanaan - HUGO
  • Barang siapa takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju - HORNE
  • Pikirkan dengan masak apa yang hendak anda katakan pada orang lain- HORATIUS

Match Point

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 23, 2009

Penonton bersorak,

Memberikan dukungan dengan iringan tepukan,

Ketika sebuah jumping smashku jatuh di lapangan kosong,

Shuttlecock masuk dengan anggun di area lawanku,

Yang tak mampu dijangkaunya,

Karena keras dan tepat di pojokan.

Aku kepalkan tanganku ke atas,

Memberikan semangat pada diriku sendiri,

Yang telah deras berkucur keringat,

Yang telah merasakan memburunya nafas,

Yang telah menandai beratnya kaki melangkah,

Setelah hampir satu jam aku “berkelahi” dengan lawanku,

Yang tangguh bukan kepalang.

Wasit dengan lantang menyuarakannya,

Poin duapuluh match point lawan sembilanbelas, Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Duo Mbil dan pak Suko

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 22, 2009

Dua teman deket, sekampung dan sepermainan ini sedang duduk di bawah pohon rambutan yang lebat buahnya. Sore hari itu cuaca cerah dan terasa sejuk, karena angin masih setia semilir. Sambil makan buah rambutan yang manis, mereka duduk dengan santai. Kaki mencongklang dengan congkaknya, seperti gaya bos mafia di hadapan anak buahnya. Sementara jalan setapak, tidak jauh dari pohon rambutan itu, sesekali warga desa lewat membawa parang, pacul atau alat yang lain, selepas dari kerja di sawah atau kebun mereka. Nyaman sekali rasanya suasana di desa itu. Aman dan tenang.

“Trim,” begitu Krembil memanggil temannya, “ Sapinya pak Suko sudah laku lho”.

“Oh ya! Kok aku belum tahu ya. Jadinya berapa Krem dan kapan lakunya?”, jawab Trimbil.

“Ah Trim – Trim, kamu itu memang tidak perhatian sama tetangga. Selalu telat tahunya.”, Krembil mengeluhkan kebiasaan temannya ini. “ Kemarin yang beli sudah ngambil. Katanya pak Suko, pembelinya warga desa seberang bukit itu. Orang kaya , katanya,” begitu Krembil menjelaskan.

Trimbil mengangguk-anggukan kepalanya tanda jelas. Pak Suko memang punya sapi yang bagus. Ada 8 ekor semuanya. Pak Suko memang terampil merawat sapinya sejak masih pedhet. Memberi makan dengan rumput bagus yang mudah dicari di desa mereka. Dia membayangkan tentunya harga yang disepakati adalah sesuai dengan yang diminta oleh pak Suko. Ah jadi terkabullah keinginan pak Suko dengan hasil penjualan sapinya itu. Terbayanglah obrolan mereka berdua dengan pak Suko 2 bulan yang lalu, di sore hari yang cerah juga.

“Mbil-mbil,” begitu pak Suko memanggil kedua sahabat ini, “Aku mau jual separo dari sapi yang kupunyai.” Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam cerita | Leave a Comment »

Rehat (6)

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 21, 2009

Dari sebuah milis

“Ilustrasi sederhana”

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Saat tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya itu, terjadi pembicaraan diantara keduanya. Mulanya biasa saja, sekedar mengakrabkan diri. Namun lama-lama pembicaraan mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang, “Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”

“Kenapa kamu berkata begitu?”, timpal si konsumen.

“Begini, coba anda perhatikan di depan sana, dijalanan….untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika Tuhan itu ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Sata tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu, dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur.”

Si tukang cukur tidak terima, “Kamu kok bisa bilang begitu? Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” si konsumen menambahkan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Kerugian yang diakibatkan oleh kerja di bawah tekanan

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 19, 2009

Disadur dari buku How to Get Control of Your Time and Your Life karangan Alan Lakein.

Karena setiap menit sangat berharga, maka kebutuhan untuk mempercepat aspek-aspek rutin dari suatu proyek acapkali membuat anda harus bekerja sendiri. Padahal, kalau anda bisa menganggarkan waktu lebih baik, maka pekerjaan itu bisa dilakukan oleh orang lain.

Apakah memang benar anda menyenangi kerja di bawah tekanan? Atau apakah anda merasa diperbudak oleh deadline? Apakah pekerjaan pada saat-saat terakhir itu membuat anda merasa panic dan ragu apakah bisa menyelesaikan pekerjaan yang penting itu tepat pada waktunya? Apakah anda jadi terpikir apakah tidak ada cara lain, dimana anda bisa lebih tenang dan memegang kendali atas situasi?

Apakah anda merasa, bahwa kerja di bawah tekanan membuat anda jadi memperlakukan orang dengan kasar? Apakah anda membuat orang lain jadi menderita karena menuntut mereka agar memprioritaskan pekerjaan anda ketimbang pekerjaannya sendiri? Ingat, orang lain mungkin tidak menganggap proyek anda itu penting.

Jika tumpukan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda dan tuntutan-tuntutan baru yang terus bermunculan menyebabkan tekanan yang tidak ada jalan keluarnya dan anda tidak menyukai situasi ini, maka berarti pekerjaan andalah yang salah. Tapi jika tekanan itu disebabkan oleh prokrastinasi terus-menerus yang merupakan pikiran anda sendiri, maka anda bisa melakukan sesuatu terhadapnya.

Apakah memang anda baru bisa belajar dengan baik bila berada di bawah tekanan? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Kelupaan landing……

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 17, 2009

Tentunya masih diingat dengan baik, ketika beberapa waktu yang lalu di beberapa harian cetak dan juga  media televisi, ada berita menarik tentang sebuah pesawat terbang (luar negeri) yang “kelupaan” mendarat di bandara tujuan. Pesawat tetap melaju di atas bandara tujuan sampai beberapa mil jauhnya. Kelupaan landing karena sang pilot “sibuk” ngobrol dengan co-pilotnya. Yang diobrolkan oleh kedua pilot itu tentunya sangat “serius dan menyita perhatian” mereka, sehingga bisa lupa akan tugas utamanya. Tentunya ini sangat menarik perhatian, paling tidak buat saya.

Menurut saya, bisnis penerbangan adalah salah satu bisnis yang operasionalnya mempunyai prosedur dan peraturan yang ketat. Segalanya diatur dengan rapi. Prosedur yang telah ditetapkan harus dijalankan dengan baik. Chek list selalu harus dilakukan. Karena memang bisnis ini penuh dengan resiko, disebabkan salah satunya adalah “resiko kehilangan ratusan nyawa manusia dan asset yang sangat besar” dalam satu kali penerbangan. Oleh karena itu, banyak sekali pihak yang terlibat dalam satu kali penerbangan.

Sebelum sebuah pesawat diterbangkan oleh sang pilot, maka beberapa aktifitas sudah harus dilakukan oleh orang atau pihak lain. Dari sisi pesawatnya, crew pemeliharaan memastikan bahwa pesawat tersebut layak untuk terbang dengan aman. Di bagian counter, pegawai (biasanya manis dan cantik) memastikan bahwa penumpang sesuai dengan yang tercatat, bagasi yang dibawa tidak melebihi yang dipersyaratkan. Petugas di pintu masuk memastikan bahwa penumpang tidak membawa barang-barang berbahaya yang memang dilarang dalam suatu penerbangan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Dukungan untuk Menkeu, Sri Mulyani

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 15, 2009

Dari buku Belenggu karangan Armijn Pane :

Banyak yang hendak saya nyatakan, apakah yang yang dapat menghalangi saya, kalau menurut keyakinan saya, saya patut berbicara?

Karena cara saya melahirkan keyakinan akan dicela setengah orang?

Karena soal yang saya kemukakan, menurut setengah orang mesti didiamkan?

Karena saya akan dihinakan orang?

Karena saya akan dimaki?

Kalau keyakinan sudah menjadi pohon beringin, robohlah segala pertimbangan lain-lain.

Perahu tumpangan keyakinanku, berlayarlah engkau, jangan enggan menempuh angin ribut, taufan badai, ke tempat pelabuhan yang hendak kau tuju. Berlayarlah engkau ke dunia baru.

Oktober Desember 1938


Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Nilai, Coba dan Berhasil

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 14, 2009

disadur dari buku How to Get Control of Your Time and Your Life, oleh Alan Lakein

Dalam suatu akhir kesempatan latihan, seorang penari melakukan gerakan yang salah. Sutradara meminta penari itu untuk mengulang gerakannya. Tetapi si penari menjawab, “Tidak. Tidak perlu. Saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan.” Justru kesalahan itulah yang membuat latihan tersebut berhasil. Si penari tahu apa yang harus dilakukannya. Inilah memcoba dan berhasil.

Di dalam dunia penelitian ilmiah, kesalahan-kesalahan yang berulang biasanya akan bermuara pada keberhasilan. Gabungan kegagalan eksperimen dari Marie Curie, Alexander Fleming dan Louis Pasteur memberi hasil yang tidak terhingga. Setelah mengalami ribuan kegagalan, sebenarnya mudah sekali bagi para sarjana itu untuk menyerah. Tapi kalau bukan karena kegigihan mereka, maka sampai sekarangpun belum tentu kita mengenal radium, penisilin dan susu yang dipasteurisasi.

Atau cobalah kita lihat riwayat hidup orang ini : tahun 1832 kehilangan pekerjaan dan kalah dalam pemilihan anggota parlemen; 1833 gagal dalam bisnis; 1834 terpilih menjadi anggota parlemen; 1835 ditinggal mati kekasihnya; 1836 mengalami gangguan mental; 1843 kalah dalam pemilihan ketua parlemen; 1848 kalah dalam pemilihan anggota konggres; 1849 ditolak untuk menjadi land officer; 1854 kalah dalam pemilihan anggota senat; 1856 kalah dalam nominasi wakil presiden; tapi pada tahun 1960 Abraham Lincoln terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Aus

Ditulis oleh iponghp di/pada Desember 5, 2009

Teronggok di pojok rumah kumuh itu,

tercampur dengan parutan kayu bekas gigitan tikus,

yang kelaparan menunggu serpihan makanan,

dari orang yang berteduh dari hujan,

di musim kemarau itu.

Ujung badanmu yang menggerigi,

yang terbentuk oleh ukiran alam perkasa ini,

melingkari badan yang gempal melembung,

menjelajahi lekukan yang tersebar acak,

yang akan menganga dengan sentuhan halus bayi seumuran jagung.

Tampilan papamu kini,

tak menyiratkan kuasamu,

tak mengguratkan pesonamu,

tak menggulirkan kilauanmu,

tak menyinarkan auramu,

saat gemamu menyelimuti gunung lautan,

mengisi lorong tak berujung,

menerobos pekatnya malam berkabut,

saat kokohnya kayu yang menopangmu,

mendukung beban yang kau dekap,

tuk membangunkan alam sekitaran.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Kesombongan

Ditulis oleh iponghp di/pada November 22, 2009

(Artikel dari sebuah milist)

Seorang pria yang bertamu ke rumah seorang guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran dengan deras.

Menyaksikan keganjilan ini, orang itu bertanya, “Apa yang sedang Guru lakukan?”

Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Merekapun tampak puas sekali. Namun setelah mereka pulang, tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh factor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain. Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain. Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya terbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Akar dari kesombongan diri ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self esteem) dan kepercayaan diri 9self confidence). Akan tetapi begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), kita sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Hidup adalah anugerah

Ditulis oleh iponghp di/pada Oktober 15, 2009

Siang itu, sewaktu masih menikmati masa liburan lebaran, saya berkesempatan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota metropolitan. Cuaca cukup panas. Kondisi jalan menuju pertokoan itu sudah ramai kembali. Dipenuhi dengan lalu lalang kendaraan bermotor tiada hentinya. Kehidupan mulai kembali seperti semula, setelah terasa lengang di lebaran, begitulah kiranya.

Setelah melewati gerbang masuk, menuju tempat parkir di dalam gedung, terlihatlah kumpulan manusia di jalan di samping gedung pertokoan ini. Cukup banyak sehingga memenuhi jalan masuk ke tempat parkir. Rasa penasaran timbul, ada apa gerangan. Terlihat orang-orang itu mengarahkan pandangannya ke atas gedung. Ada yang menunjuk-nunjuk tangannya ke atas kepada orang di sampingnya. Seketika pandangan saya arahkan ke atas. Lha kok tidak ada apa-apa ya, hanya terlihat langit Jakarta yang sudah redup warna birunya. Karena masih penasaran, maka sayapun turun dari mobil.

Berjalan mendekati kerumunan orang tersebut, terlihatlah banyak orang merentangkan semacam terpal di salah satu sudut bangunan. Mereka memegang terpal tersebut erat-erat dan membentuknya sehingga menjadi semacam bantalan atau penampung. Agaknya mereka mengantisipasi adanya barang jatuh dari atas. Weh ini serius. Pasti ada sesuatu yang ada di atas sana, yang sangat berharga, sehingga orang-orang ini rela menjaga supaya tidak jatuh berantakan di jalan.

Ternyata memang benar. Akhirnya saya bisa melihat sesosok tubuh yang sekarang dalam keadaan berdiri di pinggir dinding atas gedung itu. Dia membelakangi kita semua. Agaknya ada seorang petugas yang sedang mencoba membujuk sosok tubuh itu untuk mengurungkan niatnya terjun dari lantai atas. Sejenak kemudian, dia duduk tetapi tetap di pinggir dinding. Dari bawah kelihatan kalau dia masih muda dan seorang perempuan lagi. Ya Allah, bagaimana bisa senekat itu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »