Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    November 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

  • Halaman

  • Blog Stats

    • 3,187 hits
  • Arsip

  • Kategori

  • Komentar Terakhir

  • Tulisan Teratas

  • Ucapan-ucapan yang baik

    Apa yang kita pungut dari kehidupan ini adalah yang kita tanam - HILLARD
  • Yang mati bukan saja di dalam kubur, tetapi juga orang hidup dengan semangat terkubur - HUKAMA
  • Berhati-hati adalah anak sulung dari kebijaksanaan - HUGO
  • Barang siapa takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju - HORNE
  • Pikirkan dengan masak apa yang hendak anda katakan pada orang lain- HORATIUS

Hidup adalah anugerah

Ditulis oleh iponghp di/pada Oktober 15, 2009

Siang itu, sewaktu masih menikmati masa liburan lebaran, saya berkesempatan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kota metropolitan. Cuaca cukup panas. Kondisi jalan menuju pertokoan itu sudah ramai kembali. Dipenuhi dengan lalu lalang kendaraan bermotor tiada hentinya. Kehidupan mulai kembali seperti semula, setelah terasa lengang di lebaran, begitulah kiranya.

Setelah melewati gerbang masuk, menuju tempat parkir di dalam gedung, terlihatlah kumpulan manusia di jalan di samping gedung pertokoan ini. Cukup banyak sehingga memenuhi jalan masuk ke tempat parkir. Rasa penasaran timbul, ada apa gerangan. Terlihat orang-orang itu mengarahkan pandangannya ke atas gedung. Ada yang menunjuk-nunjuk tangannya ke atas kepada orang di sampingnya. Seketika pandangan saya arahkan ke atas. Lha kok tidak ada apa-apa ya, hanya terlihat langit Jakarta yang sudah redup warna birunya. Karena masih penasaran, maka sayapun turun dari mobil.

Berjalan mendekati kerumunan orang tersebut, terlihatlah banyak orang merentangkan semacam terpal di salah satu sudut bangunan. Mereka memegang terpal tersebut erat-erat dan membentuknya sehingga menjadi semacam bantalan atau penampung. Agaknya mereka mengantisipasi adanya barang jatuh dari atas. Weh ini serius. Pasti ada sesuatu yang ada di atas sana, yang sangat berharga, sehingga orang-orang ini rela menjaga supaya tidak jatuh berantakan di jalan.

Ternyata memang benar. Akhirnya saya bisa melihat sesosok tubuh yang sekarang dalam keadaan berdiri di pinggir dinding atas gedung itu. Dia membelakangi kita semua. Agaknya ada seorang petugas yang sedang mencoba membujuk sosok tubuh itu untuk mengurungkan niatnya terjun dari lantai atas. Sejenak kemudian, dia duduk tetapi tetap di pinggir dinding. Dari bawah kelihatan kalau dia masih muda dan seorang perempuan lagi. Ya Allah, bagaimana bisa senekat itu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Dan nenek tua itupun tertawa lepas……

Ditulis oleh iponghp di/pada Oktober 14, 2009

Cerita ini nyata, seperti yang saya alami sendiri. Cocok juga dimasukkan ke rubrik khusus-nya KR Jogja, yaitu “sungguh-sungguh terjadi.”

Malam itu, sepulang dari rumah ortu yang terletak di arah barat kota Jogja, kami sekeluarga tidak bisa menahan ketawa ketika mobil kami dihentikan oleh lampu lalulintas di perempatan jalan besar itu. Saat itu lalulintas cukup padat, banyak motor di sekitar mobil kami. Maklum, malam juga belum larut dan suasana libur lebaran masih sangat kentara. Lalu kenapa kami berlima bisa tertawa terbahak-bahak?

Awal mulanya, lepas dari gang masuk rumah ortu, istri saya bilang kalau tadi lihat sesuatu yang menyerupai gadis kecil, sedang berdiri di pojok rumah ortu saya. Sesuatu itu kelihatannya ikut “mengantarkan” kita yang kala itu berpamitan ke ortu, karena esok harinya sudah harus balik ke kota asal. “Makanya tadi adik (yang bontot) sempat senyum sendirian kan sewaktu kita lewat,” begitu penjelasan istri. Mendengar cerita ini, anak nomer 1 dan 2 sudah saling berebut untuk bertanya lebih detil. Mereka bertanya ke adiknya, bagaimana rupa “si-mbak”nya tadi. Saya tidak tahu, kenapa anak-anak sekarang sangat “ingin tahu” tentang hal ini ya. Apakah ada pengaruh dari acara TV yang lebih banyak menayangkan hal-hal ginian?

Lalu cerita berlanjut jauh. Diceritakan oleh istri saya, sewaktu malam menjelang lebaran, saat rumah ortu penuh dengan anak dan cucunya, istri dapat melihat “seseorang” yang sudah tua, nenek-nenek, dengan memakai baju kebaya,sedang menyisir rambut panjangnya yang putih. Seseorang ini duduk santai di dekat sebuah lemari yang terletak di halaman belakang, dekat dengan kolam ikan. Saat itu, ibu-ibu dan anak-anak memang sedang bercengkerama di halaman belakang, sedang bapak-bapaknya ngobrol di ruang depan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam cerita | 1 Komentar »

Rehat (5)

Ditulis oleh iponghp di/pada September 29, 2009

Artikel kiriman dari teman, yang mungkin sudah luas terpublikasikan.

“Kerja itu cuma selingan, untuk menunggu waktu shalat ….”

Ketika pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada pak Aziz. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop pak Azis.

Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi oleh sebuah masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, segar dan memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an (wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.

Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam sekitar lima tahun silam.

“Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua,” cerita pak Azis, “ padahal tidak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun Cuma sebentar saja.”

Batin pak Azis bergolak setelah peristiwa itu. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, pak Azis tetap merasa gelisah, stress dan selalu tidak tenang. “Seperti orang patah hati Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah,” cerita pak Azis lagi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Yo Ben (lagu Koes Plus)

Ditulis oleh iponghp di/pada September 12, 2009

Pancen ora ngertekake

Mlarat kabeh podho ngece

Pancen kabeh ora nggenah

Sugih tansah difitenah.

Ben kabeh podho polah

Meri marang uwong bungah

Ben gawe olah olah

Mengko dewekne sing bubrah.

Ben ngece sak geleme

Yo ben ngece sak karepe

Mitenah sak warege

Golek pangan dewe dewe

Wong urip kok merinan

Ora gelem dho kangelan

Isone mung ra seneng marang liyan.

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Managemen

Ditulis oleh iponghp di/pada September 9, 2009

Dari wikipedia : kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

He he saya tidak akan mengulas arti kata managemen tersebut, karena memang bukan lulusan fakultas managemen (walaupun pernah menerima managemen teknik 2 sks semasa kuliah).  Saya menyadur arti kata managemen dari wikipedia di atas didasari pada apa yang saya lihat di sebuah tempat bisnis yang sangat terkenal di kota metropolitan beberapa hari yang lalu. Mungkin hal yang membuat mata dan pikiran saya menjadi tertarik pada suatu pemandangan tersebut tidak akan terjadi apabila saya cukup kuat menahan bau khas barang dagangan yang cukup menyengat di sebuah toko. Bau tersebut, selain menusuk hidung juga bisa membuat mata berlinangan air mata.

Ketika saya sedang berdiri di depan pintu masuk toko itu, melihat sekeliling yang penuh dengan lalu lalang mobil mencari tempat parkir, ditambah dengan orang-orang yang berjalan perlahan, serta ditingkahi dengan suara peluit tukang parkir (tidak ada yang menawarkan dagangan makanan, karena bulan puasa), saya tertarik dengan adanya seorang buta yang sedang berhenti di pinggir jalan sesak itu. Dia membawa tongkat penunjuk jalan, kertas plastik serta mencangklong tas yang cukup besar ukurannya di depan dadanya. Cukup menarik perhatian, karena selagi orang dan mobil lalu lalang, dia dengan cueknya berhenti di pinggir jalan. Tangannya dimasukkan ke dalam tas yang dicangklongnya dan kelihatan sedang menyetel atau memutar sesuatu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam cerita | Leave a Comment »

Rehat (4)

Ditulis oleh iponghp di/pada September 2, 2009

(Diambil dari sebuah buku karangan Ibnu Arabi).

Sebagian ulama membagi alam menjadi tujuh dan penampakannya dengan ruang (mawathin) yang berjumlah tujuh, yaitu ruang alastu bi rabbikum qalu bala, ruang arham, ruang dunia, ruang barzakh, ruang hasyr, ruang surga atau neraka, ruang kasar, dan ruang seperti dinazamkan dalam bait-bait syair berikut:

Ruang bagi manusia ada tujuh

Ruang alastu dan ruang arham

Ruang dunia, barzakh dan hasyr

Surga atau neraka dan ruang kasar

Betapa nyamannya hidup di rumah yang nyata

Setiap kita adalah musafir menuju Tuhan

Kedatangan kita bagi umat untuk peduli

Pada Allah, sebaik-baiknya penutup perjalanan

Muhammad bin Al-Hasyimi telah menazamkannya

Dengan segala kelemahan yang menetap dalam diri

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Sosok hidup

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 30, 2009

Seberkas sinar surya,

Menerobos dinding yang tidak rapat,

Mulai menghangatkan udara di dalam,

Menggantikan dinginnya malam yang telah lewat,

Memberikan terang walaupun perlahan,

‘Ntuk memberikan tanda kepada sosok hidup itu,

Bahwa mentari pagi mulai menyeruak.

Ya, sosok hidup itu adalah seorang pak tua,

Yang sedang duduk bersila di atas tikar,

Dengan tangan memegang tasbih,

Di sebuah surau yang tidak terlalu luas,

Hanya cukup untuk sholat berjamaah beberapa orang,

Yang terletak di sudut desa kecil yang miskin,

Berdinding bambu, beralaskan tanah.

Sejak selepas shubuh tadi,

Sosok hidup itu tenggelam dalam terpekurnya,

Mengucapkan doa kepada Yang Khalik,

Mendekatkan hati kepada Yang Kuasa,

Mencurahkan perhatian hanya kepada Yang Esa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Marhaban Ya Ramadhan

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 21, 2009

Tidak terasa, besok Sabtu 22 Agustus 2009 ini, sudah masuk bulan puasa. Alhamdulillah, Allah masih memberikan ijin dan ridlo-Nya untuk menjalankan puasa di bulan yang penuh berkah ini, Insya Allah. Ya, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk melakukan perenungan apa yang telah kita kerjakan dan dapat selama setahun yang lalu.

Selepas dari sholat wajib berjamaah, sholat Jumat, di masjid dekat tempat kerja, terngiang kembali uraian kotbah dari sang khotib. Beliau mengingatkan tentang begitu banyak nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua, sehingga kita malah lupa atau melupakan atau tidak sadar karenanya.

Kita lupa bahwa kelengkapan jasmani dan rohani kita, yang sangat diperlukan dalam menempuh kehidupan di dunia ini adalah karunia dan salah satu nikmat yang diberikan oleh-Nya. Karena sehari-hari berjalan seperti itu adanya, maka setiap bangun tidur di pagi hari, kita lupa mengucap syukur akan nikmat yang telah diberikan itu. Tetapi memang itulah sifat manusia.

Bila kita selalu mendapatkan nikmat, maka ada kecenderungan kita lupa kepada yang telah memberikan nikmat tersebut. Namun, apabila kita mendapatkan cobaan atau musibah, maka kita sangat mudah dekat dengan Sang Khalik. Maka benarlah kata seorang sufi bahwa bagi manusia Allah itu bersemayam di atas luka. Padahal nikmat ataupun musibah, semuanya adalah ujian dan cobaan bagi manusia. Apapun yang kita terima, seharusnya kita harus mensyukurinya. Bersyukur bahwa Allah masih memberikan perhatian dan ridlo-Nya melalui cara-Nya sendiri.

Bila kita menerima nikmat, maka bersyukurlah kepada Allah. Bersyukur dan menjaga nikmat tersebut dengan baik. Sebaliknya bila menerima musibah, kita juga bersyukur karenanya. Semua itu adalah karunia Allah, supaya kita selalu ingat akan Allah, Yang Maha Esa.

Menjelang bulan puasa ini, banyak sms masuk ke hpku. Mengucapkan selamat menjalankan puasa, semoga amal ibadah puasa diterima oleh Allah dan tak lupa mengucapkan mohon maaf lahir bathin. Begitu indahnya kehidupan apabila hal ini selalu terjaga terus, tidak hanya mendekati bulan puasa.

Akhirnya : “ Air mengalir bersama lumpur. Angin berhembus bersama debu. Api menyala bersama asap. Manusia hidup bersama khilaf dan dosa. Mohon maaf lahir bathin kepada semua pembaca. Semoga di bulan penuh berkah ini, kita semuanya selalu mendapatkan ridlo dari Allah.”

MARHABAN YA RAMADHAN. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1430 H.

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Jejak tapak kaki

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 5, 2009

Bekas tapak kaki itu masih melekat erat pada tanah merah,

Guratan pinggir jemari kaki terlihat begitu jelas,

Mengukir tanah ini dengan pola keindahan dari Yang Kuasa,

Menghujam dalam pada empuknya tanah bumiku itu,

Serasa ingin mencengkeram yang ada di bawah telapak itu,

Seakan ingin melumatkan apa yang dipijaknya.

Bekas tapak itu terkurung oleh puluhan bekas tapak yang lain,

Yang mengelilinginya dengan rapat,

Yang mengerubunginya dengan hebat tanpa sela,

Membuat tapak yang indah itu serasa menggigil ketakutan,

Menyiratkan suasana yang ada kala itu,

Ketika tapak-tapak kaki itu belum menjadi jejak.

Lalu, satu jam sebelumnya……

Suara itu menjadi nyata jelas,

Terdengar keras menembus sejuknya hawa pegunungan,

Menyeruak di tengah semilir hembusan angin basah,

Yang baru saja disapa oleh rintik hujan,

Mengentaskan panas kemarau yang meradang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »

Save the earth

Ditulis oleh iponghp di/pada Agustus 2, 2009

Along my ride from the airport,
A lot construction is built,
Heavy equipment works hard,
To pile the earth,
Making foundation of future huge building.

Asking to the driver, what will be those buildings?
Mall sir, he answers with smile,
What kind of mall?
Accross this area, there is a big mall,
Two block of them, a sensational mall is located,
Is there any different this future mall comparing with others?

No sir, the driver answers again,
Absolutely no different,
I do not understand the policy of my government,
I am just ordinary people,
That trying to work hard as driver,

To get enough money for my children.

But by this mall competition,
It helps me to have opportunity to get more money,
Deliver people from one mall to other,
Accompany them to fulfill their need, just to take window shopping,
Even the taxi cab right now is almost flooded,
But there is still a chance for me to get little money from them.

I like mall, I like so much a lot of mall,
Not because I have enough money,
But I can get money from them,
I just pray that their habit to spend the money,
To be kept well for time being.

That is the driver’s hope,
Smiling is my answer to hear that,
It seems true, more mall more money involving on them,
I just think about my land,
Where is my forest?
Where is my beatiful natural park?
Where is my bird?
Where is my oxygen maker, the most important thing we need in this life?

Will my grand child just see the huge building in their life?
So, I promise to myself,
Let start to save the earth.

Ditulis dalam puisi | Leave a Comment »