Catatan R O M O P O N G

  • SELAMAT DATANG

    Buat pengunjung, saya ucapkan selamat datang di blog ini. Silakan membaca dan semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.
  • Meta

  •  

    Februari 2010
    S S R K J S M
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • Nusantara I (Koes Plus)

    Kuharap kau tidak akan cemburu. Melihat hidupku. Hidupku bebas selalu kawanku. Tiada yang memburu, o..oo..ooo. Di Nusantara yang indah rumahku. Kamu harus tahu. Tanah permata tak kenal kecewa. Di khatulistiwa. Reff: Hutannya lebat seperti rambutku. Gunungnya tinggi seperti hatiku. Lautnya luas seperti jiwaku. Alamnya ramah seperti senyumku.
  • Sumber Daya Manusia

    Karyawan akan jauh lebih reseptif terhadap penghargaan formal -- yaitu program-program perusahaan -- jika mereka percaya bahwa perusahaan benar-benar peduli terhadap mereka yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
  • Bertemu dengan manajemen puncak merupakan hal yang sangat penting agar dapat merasakan bagaimana persepsi karyawan tentang perusahaan, dan bagaimana mereka memandang dirinya sendiri. Bila karyawan tahu bahwa para pengambil keputusan dengan mudah dapat ditemui, mereka merasa lebih berharga. Menciptakan suasana dimana semua jajaran mengetahui apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang berharga.
  • Kenali (dan ucapkan terima kasih) mereka yang menghargai orang lain. Pastikan menjadikan semua karyawan sebagai pahlawan merupakan prinsip penting dalam departemen anda.
  • Berlangganan

Beberapa tips

Ditulis oleh iponghp di/pada Februari 2, 2010

Diambil dari milist yang saya ikutin

Bekerja selalu membutuhkan energi tidak hanya dari asupan makanan yang kita konsumsi sehari, tetapi juga dari dalam diri kita. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh setiap orang yang bekerja adalah mood yang terkadang berubah-ubah. Hal ini dapat dimaklumi karena manusia memiliki tingkat kebosanan terhadap sesuatu hal.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, tips berikut kiranya bisa membuat Anda lebih bersemangat lagi dalam bekerja:

1. Kerja Adalah Anugerah. Pedoman ini harus diingat dan ditanam dalam diri setiap orang yang bekerja. Mengapa? Karena moto ‘kerja adalah anugerah’ ini akan menyadarkan Anda bahwa untuk berada di posisi ini, Anda telah berjuang keras melewati berbagai ujian dari seperti saingan dengan sesama pelamar kerja, rekan-rekan kerja, dan pekerjaan-pekerjaan yang membuat Anda bekerja lembur. Jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak bersemangat bukan?

2. Punya Mimpi. Setiap manusia pasti memiliki mimpi, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Mimpi inilah yang akan menggerakkan Anda untuk melakukan hal-hal yang terkadang sangat sulit Anda hadapi. Dengan adanya mimpi maka Anda juga akan semakin bersemangat membuat perencanaan di hidup Anda. Mulailah dari membuat target jangka pendek, seperti minggu ini, target menyelesaikan draft presentasi. Terget selanjutnya, memenangkan negoisasi dengan klien perusahaan.

3. Mengingat Kesuksesan. Membayangkan kesuksesan ternyata membawa pengaruh positif bagi psikologis seseorang. Walaupun itu belum terjadi, namun memikirkan kesuksesan bisa membuat kalenjar adrenalin akan meningkat dan itu sangat baik bagi tubuh Anda ketika hendak melakukan pekerjaan. Setidaknya itulah hasil penelitian yang sudah terbukti oleh para ilmuwan yang menangani bidang ini.

4. Minta Proyek Baru. Berada di pekerjaan yang rutin terkadang membuat Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »

Yokohama Undercover (8): Menawar dalam boso Jowo

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 21, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Kata orang, bila komunikasi dengan bahasa yang sama tidak berhasil dengan baik, akibat dari keterbatasan masing-masing, maka komunikasi tubuh atau isyaratlah yang menjadi alternative penyelesaiannya. Namun apa yang kita alami ini, bisa dikatakan, adalah komunikasi dua bahasa yang berbeda tetapi menghasilkan keputusan yang sama. Bukan saat diskusi tentang dokumen engineering, tetapi berkaitan dengan urusan perut, he he.

Di sepanjang jalan dari stasiun Tsurumi menuju hotel kami menginap banyak ditemui penjual-penjual kaki lima. Barang yang ditawarkan bermacam-macam. Dari aksesories arloji, buah-buahan, makanan-minuman, pakaian dan masih banyak lagi. Kita teringat kondisi suatu tempat di Jakarta yang juga penuh dengan penjual kaki lima. Hanya di Jepang ini kelihatan lebih rapi. Lebih tertata dengan baik. Agaknya memang legal mereka berjualan di sepanjang jalan itu, sehingga tidak takut akan penggusuran secara tiba-tiba. Penjualnya rata-rata sudah berumur, bahkan bisa dikatakan sudah berusia tua. Namun kelihatan sekali dari wajah dan cara mereka melayani pembeli, kalau mereka masih mempunyai semangat hidup yang tinggi.

Kita paling suka membeli buah-buahan. Ini membantu menjaga kondisi tubuh kita supaya selalu sehat, fit dan tidak mudah sakit (Alhamdulillah, selama 3 bulan di sana, saya hanya sekali sakit panas yang membuat saya free dari kantor satu hari). Yang kita beli biasanya jeruk atau pisang. Harganya standard, alias hampir sama di semua penjual. Namun ada satu yang menjadi favorit kita.

Penjualnya seorang ibu atau sudah mendekati nenek. Suaranya masih jelas bila bicara. Pandangannya juga Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Fungsi bahasa

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 20, 2010

Disadur dari buku terjemahan Building mental muscle: conditioning exercises for the six intelligence zones, karangan David Garmon dan Allen Bragdon, penterjemah Rahmani Astuti.

Indera bahasa manusia itu rumit dan misterius. Kita tahu bahwa kita diciptakan untuk menguasai bahasa sejak bayi, dan bahkan untuk menciptakan struktur bahasa dari bahan mentah yang relative tidak terstruktur atau kacau. Bayi bukanlah kertas kosong sehingga pengasuh bisa menuliskan aturan-aturan tata bahasa, melainkan kreator bahasa yang sangat aktif. Harus ada keadaan yang sangat luar biasa untuk mencegah para seniman bahasa kecil ini agar tidak mencapai tujuan mereka menyusun tata bahasa mental yang lengkap dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka.

Jadi, bahasa adalah indera alamiah yang menyatukan semua manusia, menghasilkan satu perangkat aturan mental internal yang sangat halus dan rumit, yang diperoleh tanpa sarana instruksi atau pendidikan formal. Tetapi, tetap saja ada perbedaan-perbedaan individual yang penting di antara kita.

Orang yang lebih tua cenderung memiliki kosakata yang lebih banyak daripada mereka yang lebih muda. Pertumbuhan kosakata merupakan hasil akumulasi pengalaman umum yang kita asosiasikan dengan bertambahnya umur, dan tidak selalu bergantung pada ketajaman mental yang memungkinkan anak usia 20 tahun mengalahkan orangtuanya dalam permainan kalkulasi cepat. Dan kita semua tahu bahwa sebagian orang punya kosakata yang lebih banyak daripada rekan-rekan seumur mereka. Sementara ukuran kosakata mungkin tidak bergantung pada ketajaman mental, ia cenderung berkorelasi dengan ukuran-ukuran kecerdasan lain, misalnya kemampuan memanipulasi angka, memutar objek 3 dimensi dengan mata pikiran, dan melakukan operasi-operasi logika.

Sebab-akibat berlangsung bolak-balik Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Yokohama Undercover (7): Jam tangan 100 yen

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 16, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Awalnya kita semua tertarik dengan jam tangan warna hitam yang dipakai oleh senior kita. Unik, simple dan terkesan ringan di tangan. Sang senior cukup membanggakan jam tangannya. Sewaktu kita tanya belinya dimana, Indonesia atau Jepang, beliaunya bilang kalau itu asli dari Jepang. Tapi toko dimana jam itu dijual masih dirahasiakan. Kita jadi penasaran dibuatnya, karena memang jam tersebut layak kita punyai juga, terutama buat masa kontruksi pabrik nanti.

Akhirnya senior  kita memberitahu rahasianya, sambil tertawa. Kalau jam tangan itu dibeli di sebuah toko deket kita menginap, di daerah Tsurumi. “Mau tahu harganya, ha ha ha hanya 100 yen,” begitu dijelaskan lebih lanjut. Kami terperangah juga mendengarnya. Masak sih harganya hanya 100 yen. “ Ayolah nanti sehabis pulang kantor, kita mampir ke toko itu ya,” ajak senior kita lagi.

Tepat pas di belokan menuju jalan hotel kami, toko yang dimaksud berada. Kami sebetulnya sudah tahu akan toko ini, tetapi tidak pernah membayangkan ada jam seharga 100 yen yang dijual di dalamnya. Biasanya kita langsung masuk ke tempat foto untuk mencetak foto-foto kita selama di Jepang. Ternyata di salah satu sudut dari toko ini, terdapat “area khusus” dengan tulisan 100 yen di pintu masuknya. Lha ternyata ini area khusus dimana semua barang yang dijual di dalamnya seharga 100 yen, tanpa pandang bulu. Kamipun berburu barang-barang yang kita butuhkan sehari-hari, seperti minuman, makanan, kaos kaki (maklum di Jepang masih dingin), gunting, dan lainnya.

Senior kita tadi kemudian menunjukkan lokasi dimana jam yang dia pakai dihamparkan. Weh ternyata koleksinya cukup banyak. Variasinya bermacam-macam. Jadilah kita semua membeli jam-jam tersebut. Selain untuk kita pakai sendiri, ini juga cocok dipakai sebagai cindera mata buat teman-teman di site nanti, he he.

Kok bisa murah ya harga barang-barang tersebut. He he ternyata semua barang made in China.

Ditulis dalam selingan | 2 Komentar »

Angka 7 yang ajaib: bagaimana ia membatasi kita dan bagaimana kita bisa mengatasinya

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 14, 2010

Disadur dari buku terjemahan Building mental muscle: conditioning exercises for the six intelligence zones, karangan David Garmon dan Allen Bragdon, penterjemah Rahmani Astuti.

Pernahkan anda bertanya-tanya ada apa dengan angka 7 sehingga ia begitu sering disebut dalam daftar hal penting? Ada tujuh hari dalam seminggu, tujuh keajaiban dunia, tujuh turunan, tujuh not dalam music. Nomor telepon biasanya tujuh digit, dan tes psikologi sering menggunakan skala penilaian 7 poin.

Mungkin bukan hanya kebetulan yang ada di balik angka 7 yang merajalela di mana-mana itu. Otak kita tampaknya punya batasan bawaan yang disusun di seputar angka ini dalam jangkauan penilaian, perhatian dan ingatannya. Batasan itu tidak kaku dan mati, tetapi berkali-kali kemampuan diskriminator kit tampaknya selalu berputar-putar di sekitar tujuh kategori atau poin dalam skala.

Katakan saja anda mendengar dua nada music, satu demi satu. Anda diberi tahu bahwa nada yang lebih rendah adalah nada nomor satu, sedangkan yang lebih tinggi adalah nada nomor 2. Jika kemudian anda mendengar salah satu nada dimainkan lagi, anda tidak akan kesulitan untuk memberikan nomor yang tepat untuknya. Anda dapat mencoba ini dengan kisaran nada lebih banyak, dan segera saja anda sampai pada titik saat anda membuat banyak kesalahan. Titik itu, bagi hampir semua orang, tampaknya di sekitar angka enam.

Ini tidak ada hubungannya dengan jumlah nada yang lebih banyak dan lebih dekat satu sama lainnya dalam ketinggian, dan karenanya lebih mudah untuk dikacaukan. Jika anda mencoba berkesperimen dengan lima nada tinggi, mudah saja menghindari kesalahan. Kekacauan jarang timbul dengan lima nada yang lebih rendah. Tetapi, cobalah gabungkan lima nada tinggi dengan lima nada rendah dalam satu sekuen tunggal; anda pun akan mulai menduga-duga, yang berakibat akan sering timbul kesalahan. Jadi memang ada sesuatu dalam angka absolute dari berbagai kategori yang harus dibedakan, yang menunjukkan adanya batasan pada kemampuan kita.

Di bawah 7, anda menghitung. Di atas 7, anda menebak

Batasan numerical yang sama tampak dalam berbagai eksperimen yang menuntut orang untuk Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Yokohama Undercover (6):Ueno Park, voucher telpon murah

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 12, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Jauh dari keluarga, maka komunikasi melalui telpon menjadi pilihan yang tepat untuk saling memberi kabar. Walaupun sudah ada handphone, namun karena sistim yang dipakai Jepang berbeda dengan Indonesia, maka kita tidak bisa memanfaatkan secara langsung perangkat yang kita punyai. Jadilah telpon umum atau telpon kamar hotel menjadi pilihan utama. Namun, biaya tetap menjadi perhatian kita. Jangan sampai uang saku harian kita tekor gara-gara membayar biaya telpon ini, he he.

Sebelum kami berangkat ke negeri sakura ini, beberapa teman senior, yang sudah pernah tinggal lebih lama di Jepang, memberitahu kita tentang cara melakukan telpon internasional yang murah. Mereka menginformasikan tentang kartu telpon yang murah, yang dapat kita beli di suatu tempat di Ueno. Yang jualan orang Indonesia, kata mereka.

Jadilah setelah beberapa hari di Tsurumi dan melakukan international call dengan kartu yang mahal, maka pada hari Sabtu kita bersama-sama menuju ke Ueno, ke sebuah taman yang berada di sana. Sabtu dan Minggu, kereta cukup padat, walaupun tidak sepadat hari kerja. Kelihatannya orang-orang Jepang betul-betul memanfaatkan hari libur mereka. Ini kelihatan di taman Ueno. Banyak sekali keluarga Jepang berlibur di sana. Tamannya cukup luas dan ada semacam kebun binatangnya (sayang kita tidak terlalu explore taman ini). Kita mencari sebuah tempat di dalam taman itu dimana banyak berkumpul orang-orang Indonesia, yang sedang bekerja di Jepang. Ya katanya memang Ueno tempat pertemuan pekerja Indonesia, untuk saling melepas rindu dengan teman sebangsa, dengan bernyanyi, mengobrol ataupun sekedar duduk-duduk. Nah agaknya itulah yang dimanfaatkan oleh penjual kartu telpon tadi (eh atau sebaliknya ya?).

Akhirnya ketemu juga tempat itu. Rata-rata pekerja yang kita temui berumur masih muda, paling tidak seumuran adik-adik kita. Cukup banyak juga kelompok-kelompok mereka. Sangat senang bisa mendengarkan ucapan-ucapan bahasa Indonesia di negeri orang. Teriakan-teriakan khas daerah Indonesia terdengar dengan jelas. Eh satu teman kita bertemu dengan teman SMA nya di taman itu. Dia telah bekerja selepas lulus SMA di suatu perusahaan elektronik. Senengnya mereka bertemu setelah hampir 10 tahun tidak berjumpa.

Di salah satu pojokan Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Yokohama Undercover (5): Lain ladang lain belalang

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 9, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Memang benar apa kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Walaupun kita dan Jepang sama-sama bangsa Asia, namun adat istiadat dan tingkah laku banyak perbedaannya. Yang paling mendapat perhatian saya adalah tentang tepat waktu, taat aturan dan disiplin dari sebagian besar penduduk Jepang, sejak dari anak-anak sampai dewasa. Sikap ini sangat kelihatan di stasiun-stasiun kereta api.

Kereta api adalah angkutan utama kita, dari tempat tinggal kita di Tsurumi menuju kantor yang letaknya dekat dengan stasiun Sakura Gicho. Setiap pagi, sehabis sarapan, kami biasanya berangkat sekitar jam 08.10 dan sampai di stasiun tujuan 20 menit kemudian. Pagi hari adalah saat tersibuk buat stasiun. Pekerja, baik laki ataupun wanita, tua atau muda, berduyun-duyun menggunakan angkutan kereta. Ditambah dengan kerumunan anak-anak sekolah, maka stasiun di pagi hari seperti pasar saja rasanya. Namun, suasana naik turun ke/dari kereta api sangatlah rapi.

Di sepanjang rel kereta, dalam stasiun, sudah diberi tanda tempat dimana kereta akan berhenti yang tepat di pintunya. Jadi kami selalu berdiri di tanda itu. Ada dua tanda untuk antrian, pas dengan sisi kiri dan kanan pintu kereta. Antrian selalu bisa rapi, berurutan ke belakang. Bila kereta datang dan berhenti tepat di tandanya, maka prioritas utama adalah penumpang yang akan turun. Setelah turun, mereka akan jalan di tengah, di antara dua baris antrian penumpang yang akan naik. Setelah tidak ada penumpang yang turun, maka penumpang yang naik masuk kereta dengan cukup tertib pula. Semuanya dibatasi dengan waktu, karena kereta harus tepat jadwalnya dari satu stasiun ke stasiun lain.

Kalau pagi hari, penumpang di dalam kereta memang berjubel. Penuh sesak. Namun Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Membaca buku seperti membaca surat kabar

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 8, 2010

Disadur dari buku How to Get Control of Your Time and Your Life karangan Alan Lakein.

Jika demi pekerjaan, anda merasa perlu membaca lebih banyak buku, maka cobalah membaca buku sebagaimana anda membaca surat kabar. Setiap hari mintalah agar sekretaris anda memberikan kepada anda satu buku dari tumpukan buku yang perlu dibaca (yang anda minta agar disimpannya), dan menaruhnya pada in-box yang ada di meja anda. Anda tidak akan salah kalau sebuah buku anda dimasukkan ke out-box tanpa pernah dibaca, sebab mungkin anda memang belum pernah melihatnya.

Jika anda ternyata memang jadi mengambil sebuah buku, maka mulailah dengan membaca headline yang terdapat pada sampul atau pada cover buku itu, sebab di sinilah biasanya penerbit mencantumkan hal-hal yang dianggapnya penting. Kemudian cobalah untuk melihat seluruh isi buku dengan cepat, sambil mencari-cari bagian yang menarik minat anda. Usahakanlah agar waktu yang anda pergunakan tidak lebih dari waktu yang biasa anda pergunakan untuk membaca surat kabar.

Pada buku-buku non fiksi maka gaya penulisan sebenarnya juga menyiratkan pendekatan yang harus kita pergunakan dalam membacanya. Penulis biasanya mengawali bukunya dengan pesan-pesan yang ingin disampaikannya dan pesan-pesan itu diringkaskannya dalam beberapa kalimat. Dan inilah yang dipakainya sebagai pedoman ketika ia menulis seluruh isi buku. Pesan ini dikembangkannya dengan bantuan sebuah kerangka tulisan, lalu kerangka itu diisinya dengan gagasan lebih lanjut sehingga penuh.

Tugas anda dalam membaca sebuah buku adalah mencari gagasan-gagasan pokok tersebut Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Yokohama Undercover (4): Minggu siang di Harajuku

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 5, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Sekarang banyak terdengar seorang artis berdandan dengan Harajuku style. Sejenak kubayangkan daerah Harajuku. Daerah ini memang termasuk sering kita kunjungi, selain Akihabara, terutama pada hari Minggu. Bukan kita ingin mencontoh dan meniru gaya pakaian mereka, tetapi ya memang saat Minggu siang, Harajuku banyak menampilkan “tontonan” buat kita. Sekedar untuk melepas kepenatan setelah 5 1/2 hari berkutat dengan dokumen engineering.

Naik kereta dari Tsurumi dan turun di Akihabara atau Kanda atau Ueno, maka menuju ke Harajuku dapat ditempuh dengan kereta Yamanote, yaitu kereta yang muter seantero distrik Tokyo. Dalam kereta Yamanote itu, sudah dapat dijumpai abg-abg Jepang yang berpakaian aneh-aneh, buat kebanyakan orang. Selain pakaian, tatanan rambut dibuat berbeda pula. Bahkan kadang-kadang wajah juga dipermak macam-macam.

Selepas dari stasiun Harajuku, berjalan mengarah ke jembatan penyeberangan, sudah banyak dijumpai gadis-gadis Jepang dengan keanekaragaman bentuknya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »

Yokohama Undercover (3): Ketemu Christian Hadinata

Ditulis oleh iponghp di/pada Januari 1, 2010

“Ini bukan untuk menyaingi buku Jakarta Undercover, tetapi ini adalah kejadian yang benar-benar terjadi sewaktu saya ikut tim engineering proyek pabrik baru di tahun 2000 yang lalu. Engineering dilakukan di kantor kontraktor di Yokohama selama (sekitar) 3 bulan. Anggota tim berjumlah 7 orang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Nama-nama dalam kisah-kisah tersebut disamarkan, namun yang pasti saya terlibat di dalamnya.”

Kebetulan sekali, pada bulan Maret 2000 itu, sedang diadakan Kejuaraan Bulutangkis Jepang Terbuka. Sebagai mantan pemain (daaerah) yang pernah beberapa kali mengikuti Indonesia Open di Jakarta (walaupun selalu kandas di babak kualifikasi), maka kesempatan ini tentunya tidak mungkin disia-siakan begitu saja. Apalagi gedung tempat kejuaraan berlangsung letaknya di daerah Harajuku, daerah yang tidak asing dan sangat mudah dijangkau. Maka atas imbauan teman Jepang di kantor, saya dan seorang teman telah membooking tiket tanda masuk kejuaraan itu, untuk babak final.

“Kalian tinggal bayar di loket nanti dan tidak perlu antri, karena penonton yang sudah bertiket (booking) dengan yang go show akan berbeda antriannya,” begitu teman Jepang tadi berkata. Tiket seharga (kalau gak salah) sekitar 3000 yen kita booking. Ini tiket menengah, supaya tidak terlalu jauh dari lapangan pertandingan.

Betul juga kata teman Jepang tadi, kami hanya antri beberapa gelintir orang saja di loket. Sedangkan penonton yang go show, antriannya sangat panjang. Namun, antrian panjang menuju pintu masuk tidak bisa kita hindari. Setelah kita membayar dan mendapatkan tiket, maka di depan pintu masuk yang tertera di dalam tiket kami sudah panjang antriannya. Agaknya mereka sudah duluan sekali datangnya.

Sewaktu dalam antrian, di depan kami ada cewek-cewek Jepang, mungkin sekitar 10 tahun umurnya di bawah kita, sangat antusias kepada kami setelah tahu asal kita dari Indonesia. Mereka kemudian menunjukkan foto mereka bersama pahlawan bulutangkis Indonesia, yaitu Ricky Subagya dan Rexi Mainaki. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam selingan | Leave a Comment »