Penonton bersorak,
Memberikan dukungan dengan iringan tepukan,
Ketika sebuah jumping smashku jatuh di lapangan kosong,
Shuttlecock masuk dengan anggun di area lawanku,
Yang tak mampu dijangkaunya,
Karena keras dan tepat di pojokan.
Aku kepalkan tanganku ke atas,
Memberikan semangat pada diriku sendiri,
Yang telah deras berkucur keringat,
Yang telah merasakan memburunya nafas,
Yang telah menandai beratnya kaki melangkah,
Setelah hampir satu jam aku “berkelahi” dengan lawanku,
Yang tangguh bukan kepalang.
Wasit dengan lantang menyuarakannya,
Poin duapuluh match point lawan sembilanbelas, Baca entri selengkapnya »